<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8447870983267784468</id><updated>2011-07-08T08:26:38.294-07:00</updated><title type='text'>FAIZ CREATIVe</title><subtitle type='html'>MENJALIN SILATURRAHMI MENAMBAH ILMU</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://faizagh.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8447870983267784468/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://faizagh.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Faiz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10239275980012617777</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Eueg6oBYUvk/SUrr4yy0a3I/AAAAAAAAABA/xByXREZwiNs/S220/Jaz,Muj,Fz.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>8</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8447870983267784468.post-6822761389402928848</id><published>2010-03-27T00:41:00.000-07:00</published><updated>2010-03-27T00:52:21.445-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>KEBAHAGIAAN CARA RASULULLAH SAW &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh at Tirmidzi, Rasulullah saw bersabda:&lt;br /&gt;" Barangsiapa tidur dengan tenang di tempat tidurnya, sehat badannya, memiliki jatah makan untuk hari itu, maka seakan-akan dia telah mendapatkan dunia dan semua kenikmatannya."&lt;br /&gt;Maksud dari hadits di atas adalah jika seseorang telah mendapatkan makanan yang cukup dan tempat berlindung yang aman, maka dia telah mendapatkan kebahagiaan yang sempurna dan kebahagiaan yang terindah. Ini terjadi pada kebanyakan orang. Namun mereka tidak pernah menyebutnya, melihatnya dan merasakannya sebagai kebahagiaan dan kebaikan.&lt;br /&gt; Allah swt berfirman kepada Rasul-Nya,&lt;br /&gt;"Pada hari Ini Telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan Telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan Telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu." (Q.S. Al Maidah: 3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nikmat apa yang diberikan kepada Rasulullah secara sempurna? Apakah nikmat itu berupa materi? Apakah itu berupa makanan yang melimpah? Apakah istana-istana yang terbuat dari emas dan perak? Tentu saja tidak. Rasulullah tidak memiliki semua itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8447870983267784468-6822761389402928848?l=faizagh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://faizagh.blogspot.com/feeds/6822761389402928848/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://faizagh.blogspot.com/2010/03/dalam-sebuah-hadits-yang-diriwayatkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8447870983267784468/posts/default/6822761389402928848'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8447870983267784468/posts/default/6822761389402928848'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://faizagh.blogspot.com/2010/03/dalam-sebuah-hadits-yang-diriwayatkan.html' title=''/><author><name>Faiz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10239275980012617777</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Eueg6oBYUvk/SUrr4yy0a3I/AAAAAAAAABA/xByXREZwiNs/S220/Jaz,Muj,Fz.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8447870983267784468.post-4741302529931815386</id><published>2008-10-19T21:06:00.000-07:00</published><updated>2008-10-19T21:08:26.411-07:00</updated><title type='text'>TANAH</title><content type='html'>Tanah, tempat manusia berpijak, bercocok tanam, tempat berdirinya berbagai bangunan gedung apartemen, sekolah, universitas, pabrik, cafe, hotel, gelanggang  dan sebagainya.  Tanah dapat diwariskan kepada anak cucu dari salah satu keluarga yang telah meninggal dunia yang diatur dalam Hukum Waris menurut ajaran Islam. Mengapa ?  karena setiap semua manusia yang hidup akan merasakan kematian, sehingga terjadilah apa yang disebut pewaris dan yang mewariskan. Itulah sunnatullah, dimana  hikmah dari semua itu adalah sebagai ujian hidup bagi manusia, siapa diantara mereka yang terbaik amalnya , yang mampu menjalankan amanah yang dipikulkan kepadanya, Jujurkah , adilkah dalam mengemban amanah atau sebaliknya curangklah, khianatkah, serakahkah? Walaupun  pada suatu saat nanti tanah akan diciumnya juga, karena dari tanah  manusia diciptakan oleh Allah SWT dan kesanalah manusia  akan dikembalikan. &lt;br /&gt;Kadang manusia tak menyadari yang karena keterbatasan pemahaman agamanya, sering kita dengar bahkan kita saksikan di media elektronika, televise dan lain-lain yaitu gara-gara tanah seseorang rela menganiaya bahkan membunuh orang tuanya menyakiti saudaranya.  Atau seseorang bermarah-marahan dengan saudaranya karena sebab tanah. Seseorang bisa hidup mulia karena sebab tanah  yang dimilikinya  atau  sebaliknya seseorang dapat hidup hina  karena sebab tanah pula.&lt;br /&gt;Allah SWT menciptakan  alam ini baik langit dan buminya dengan isinya . Itu semua adalah untuk kemaslahatan hidup manusia. Sebagai contoh kecil saja, setiap pagi hari kita menikmat karunia Allah SWT berupa udara yang begitu bersih sambil kita pandangi luasnya dan tingginya langit biru dan tampak gagahnya  kapal udara melayang terbang diudara milik Allah SWT yang dengan demikian manusia mudah menempuh perjalanan dari satu tempat ke tempat lainnya. Bagaimana mungkin kapal tersebut terbang tinggi tanpa udara yang Allah SWT ciptakan?.  Begitupun bumi yang Allah SWT hamparkan ini baik berupa daratan maupun lautan yang begitu banyak manfaat yang diambil oleh manusia, ikan-ikannya  di lautan dan ditumbuhinya tanah tersebut dengan tumbuhan yang bermanfaat  berupa buah dan sayur mayur  untuk memenuhi dan menyiapkan kebutuhan  manusia.  Maka nikmat Allah SWT yang manakah yang kita ingkari ?.&lt;br /&gt;TANAH, sekali lagi sebagai bukti keberadaan makkhluk manusia dan sekaligus sebagai bukti ketinggian dan kemulyaan Allah SWT. Manusia yang sujud kepada Allah SWT  dalam pandangan zahir memang hina,  namun dalam pandangan Allah SWT justru manusia  yang ikhlas menempelkan keningnya dibumi  ciptaan Nya  sangat dimuliakan Allah di yaumil qiyamah kelak. Itulah sebenarnya sebagai tanda dan bukti syukur kepada Allah SWT. Itulah sebabnya bahwa Allah SWT memerintahkan makhluk Iblis kepada Nabi Adam adalah untuk menguji makhlukNYA  yang bernama Iblis tersebut agar melaksanakan  perintah Allah SWT tanpa memandang  kepada siapa ia berhidmat , tetapi  Siapa yang memerintahnya bersujud? Inilah yang kebanyakan manusia yang tak menyadari bahwa ketundukan kepada aturan dan perintah Allah SWT adalah manfaatnya kepada manusia itu sendiri.  Allah SWT akan mengganjar setiap ketaatannya, dan Allah SWT akan memperhitungkan akan kekufurannya ,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu maka wajarlah kalau nabi Adam diusir dari Surga sebagai  hukuman ketidak taatannya untuk tidak mendekati buah terlarang kemudian dikutuknya Iblis karena kesombongan dan keangkuhannya  menentang  perintah Allah SWT untuk sujud  ihtirom kepada  Nabi Adam  AS. &lt;br /&gt;Memang kelalaian manusia karena bujukan Syaitan  dan sifat lupanya kepada Allah SWT. Itulah  sebabnya  apabila mengerjakan sesuatu agar manusia membaca Asma Allah (Basmalah ) begitupula  dalam membaca ayat – ayat Allah SWT agar membaca Ta’awuzd sebagai ketergantunagan mutlak mohon perlindungan hanya kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;Oleh karena itu maka jadikanlah tanah bukan hanya sekedar tempat kita berpijak, mencari rizqi yang halal tetapi  jadikanlah  tanah tempat kita bersujud  menyembah Allah SWT  berbuat  baik  yang diridhoiNYa, bukan sebaliknya tanah kita jadikan tempat bermaksiat  dan mengundang kemurkaan Allah SWT, Na’uzdubillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta,      20   Oktober   2008     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fauzi agh  &lt;br /&gt;021-92170496&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8447870983267784468-4741302529931815386?l=faizagh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://faizagh.blogspot.com/feeds/4741302529931815386/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://faizagh.blogspot.com/2008/10/tanah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8447870983267784468/posts/default/4741302529931815386'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8447870983267784468/posts/default/4741302529931815386'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://faizagh.blogspot.com/2008/10/tanah.html' title='TANAH'/><author><name>Faiz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10239275980012617777</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Eueg6oBYUvk/SUrr4yy0a3I/AAAAAAAAABA/xByXREZwiNs/S220/Jaz,Muj,Fz.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8447870983267784468.post-1918806615541630778</id><published>2008-10-01T18:24:00.000-07:00</published><updated>2008-10-01T18:29:56.085-07:00</updated><title type='text'>BELAJAR DARI HAPE</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;BELAJAR DARI HAPE&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dewasa ini banyak sekali HP yang digandrungi oleh berbagai kalangan masyarakat, mulai dari para eksekutif, pengusaha, pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum lainnya. Merek HP yang kita kenal antara lain misalnya ; Sony Ericson, Nokia, Siemens,  LG,  Motorola, Esia, Smart, Hepi dan lain-lain dengan berbagai merek dan fitur tentunya, namun sebagian masyarakat ada yang tidak lagi melihat merek tetapi yang terpenting bagaimana mereka dapat berkomunikasi dengan cepat dan praktis dengan orang yang mereka ajak bicara dalam jarak yang cukup jauh, dengan focus pembicaraan yang sangat kompleks dan bervariasi mulai dari masalah bisnis, sekedar bincang-bincang, saling kirim kabar, silaturrahmi, atau menjalin hubungan khusus bagi mereka yang sedang dimabuk asmara, atau untuk sekedar janjian dengan teman slingkuhan bahkan sang Penculik dan Kaum Teroris pun menggertak mengecoh serta mengancam para korbannya melalui HP. Artinya bahwa ada banyak peluang yang empuk bahwa penggunaan HP bukan saja untuk keperluan yang  bersifat positif, tapi  peluang untuk melakukan hal – hal yang  bersifat negatif pun  terbuka lebar,  namun begitu semua kembali kepada pengguna, mau diapakan alat itu terserah kepada pemiliknya. Nah itulah sebabnya maka  demi kemaslahatan berbagai pihak, maka bagi setiap pemilik kartu baru harus didaftar sesuai data  yang tercantum dalam KTP / identitas pemilik kartu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan memang benda kecil mungil ini sangat dibutuhkan karena sekali lagi bahwa dengan alat tersebut kita akan mudah melakukan komunikasi disamping alatnya pun mudah dibawa kemana saja, dan alat ini sekarang bukan lagi sebagai barang mewah karena mulai dari Anak  SD sampai SMA, bahkan tukang sayur kliling pun sudah biasa menggunakannya. Kecanggihan lain alat ini antara lain bahwa kita bisa melihat wajah orang yang kita ajak bicara walaupun mereka berada di negara seberang sana dalam jarak yang cukupjauh, sehingga  hubungan antar manusia dewasa ini semakin mudah dan tidak bisa ditutupi. Itulah sebabnya telah banyak terbukti entah disengaja atau tidak maka dari alat ini dapat terekam peristiwa atau kejadian yang dapat dijadikan sebagai dokumentasi atau sebagai barang bukti atas perilaku baik yang bersifat amoral , kriminal dan sebagainya, sehingga tampak jelas dalam rekaman tersebut berupa suara maupun gambarnya sekaligus, sehingga menjadi salah satu informasi  yang tak bisa dipungkiri lagi kebenaran faktanya.&lt;br /&gt;Memang perlu dimaklumi bahwa ada sisi positif dan negatif dengan memiliki HP system Camera yang tentunya berkemampuan memori memadai sehingga alat tersebut mampu menyimpan berbagai gambar-gambar, video yang di inginkannya. Nah seperti telah diutarakan diatas bahwa semua kembali siapa pemiliknya, kalau si empunya HP tersebut menyadari  statusnya sebagai orang yang beriman, maka kemungkinan besar ia tidak akan merekam apalagi menyimpan gambar, film yang yang tidak sesuai dengan nilai-nilai akhlaq Islam, lalu mereka pun akan menggantinya dengan program program yang memotivasi kepada peningkatan keiamanan kepada Allah SWT misalnya, program Al Qur’an terjemah Hadist Rasulullah SAW dan sebagainya atau disimpan dan direkamnya gambar atau film yang bersifat religius.&lt;br /&gt; Untuk itu ada banyak hal yang dapat kita renungkan dari kehadiran sebuah alat komunikasi ini, antara lain bahwa manusia yang dewasa ini telah mampu menciptakan sebuah alat yang begitu modern dan canggih, hendaklahdapat kita jadikan bahan renungan  bahwa Allah SWT telah lebih dahulu menciptakan makhluk yang bernama Nabi Adam AS dalam penciptaan yang sangat unik dan sempurna dibandingkan dengan makhluk lainnya. Seperti kita ketahui bahwa  manusia yang terdiri dari dua unsur baik unsur jasmani dan rohani. Unsur jasmnai dalam arti bentuk fisik antara lain adanya Kepala , badan, kaki serta kehalusan kulit yang menutupi tubuh jasmani baik berwarna hitam, kuning atau putih dan sebagainya, kemudian didalam tubuh pun dilengkapi  beberapa komponen antara lain ; jantung , paru, hati, limpa usus, lambung , ginjal dan sebagainya yang kesemuanya memiliki fungsi masing-masing. Adapun dalam unsur rohani maka pada diri manusia yang terlahir maka telah Allah anugrahkan kepada nya ruh / nyawa yang dilengkapi akal, pikir, rasa serta tentunya nilai nilai keimanan.&lt;br /&gt;Hal ini sebagaimana disebutkan dalam Surat 7,  Al – ‘Araf : ayat 172  sebagai berikut :  ” Wa-iz  akhoza robbuka min- banii  Aadama min zuhuurihim  zurriyyatahum  Wa asyhadahum ’alaa anfusihim  Alastu birobbikum, Qooluu balaa syahidnaa  an-taquuluu yaumal qiyaamati innaa kunnaa ’an- haaza  ghoofiliin ”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Artinya :  ”  Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku Ini Tuhanmu?" mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuban kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap Ini (keesaan Tuhan)" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah dalam kenyataan ini maka manusia dipandang hidup dari dua sisi tanpa terpisahkan yaitu secara lahiriyah dan batiniyah sekaligus dimana keduanya harus seimbang dalam merefleksikan aktifitas kehidupannya baik dalam hubungan secara vertikal kepada Tuhan Nya serta dalam hubungan sesama manusia secara horizontal, nah kalau demikian halnya maka  dapatlah manusia itu dikatakan hidup dalam kondisi yang sempurna. Artinya bahwa manusia dalam melakukan berbagai aktifitasnya senantiasa dikendalikan oleh akal dan keimanan yang telah Allah SWT anugrahkan sebagai nikmat terbesar bagi manusia  sehingga dengan akal dan iman tersebut mereka dapat membedakan mana perbuatan yang baik dan mana pula perbuatan yang buruk. Hal jelas dinyatakan dalam firman Allah SWT tersebut diatas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sungguh unik dan sangat luar biasa, bahwa Allah SWT yang maha perkasa telah menciptakan manusia dalam bentuk sebaik-baik rupa. Namun kalau dikaji bahwa manusia dengan segala reaksi yang ditampakkannya dalam bentuk  berbagai aktifitas tersebut, maka secara sepintas manusia tak ubahnya seperti sebuah HP yang sekarang sedang dan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;digandrungi baik oleh kaum Adam maupun kaum Hawa,  Mengapa  demikian ? Begitulah kehidupan manusia yang tidak terlepas dari aktifitas interaksi maupun komunikasi yang semakin modern seiring perkembangan tekonologi sehingga terciptanya hubungan sosial tanpa terbatas pada ruang dan waktu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kembali kepada pembicaraan tentang sebuah HP, maka kita tentu mengartikan  bahwa HP  tersebut dikatakan  hidup (On ) maka hal apabila pada HP tersebut terdapat pulsa dan keadaan baterai yang normal serta memadai disamping  charge yang  kontinyu sesuai waktu setiap hari, begitu pula seorang manusia  bisa dikatakan hidup disisi Allah SWT apabila  manusia tersebut dapat menerima sinyal – sinyal yang datang.   Artinya adalah bahwa ada syarat yang harus dipenuhi apabila kita ingin HP kita tetap On sehingga siap untuk berinetraksi dalam berbagai situasi yang tentunya semua telah direncanakan dan diprogram secara serius. Artinya apa? Ketika manusia beraktifitas dalam rangka memenuhi kebutuhan, maka manusia tersebut belum dikatakan hidup kalau dalam cara pemenuhan kebutuhan tersebut masih saja melanggar aturan aturan yang telah digariskan oleh Allah SWT . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jelasnya bahwa manusia yang telah Allah SWT ciptakan  dimana telah disiapkan pula  rizqinya yang berfungsi  sebagai pulsanya, lalu  manusia dihidupkan oleh Allah dengan perantaraan adanya ruh , akal dan iman sebagai tenaga penggerak yang secara otomatis dapat kita saksikan bagaimana kemampuan manusia dalam menerima sinyal-sinyal dari Allah, baik dalam bentuk sinyal harian berupa panggilan melaksanakan  shalat 5 waktu, kemudian sinyal mingguan berupa pelaksanan shalat jumat serta  sinyal tahunan  baik berupa  pelaksanaan keajiban puasa,  zakat  baik fitrah maupun mal maupun pelaksanaan ibadah haji bagi yang telah mampu secara lahiriyah dan batiniyah, sehat jasmani dan rohani tentunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Oleh karena itu maka tidak lah heran bahwa masih banyak manusia yang tak menanggapi dengan serius akan sinyal;-sinyal yang Allah berikan kepada mereka, nah itulah sebabnya maka banyak SMS SMS *) pen. Firman Allah )  yang  Allah SWT kirimkan kepada para makhlukNya yang bernama manusia  di muka bumi ini, yang kalau kita cermati bahwa SMS tersebut  seakan menyindir  secara halus namun tegas antara lain : ” Apakah kamu tidak berfikir ?,  Apakah kamu tidak menggunakan akal ?,  Apakah kamu tidak merenungkan  ? ”.  Semua sinyal tersebut diatas mungkin hanya diperhatikan oleh orang yang mau menggunakan akal pikirannya, sehingga apa yang dilakukan senantiasa   berdasarkan  referensi yang telah Allah SWT jelaskan dalam kitab Nya Al Quranul Karim   yang penjelasan nya terdapat  dalam Hadist Rasulullah SAW, sehingga perilakunya senantiasa dilandasi dengan akal yang telah bersinergi dengan nilai-nilai iman dan bukan  menurut kehendak hawa nafsunya semata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua memang menyadari bahwa HP yang kita genggam dan kita kantongi selama ini sebenarnya bisa dikatakan hidup  bila cukup pulsa dan charge yang kontinyui setiap hari, oleh karena itu maka manusia pun pada hakekatnya dikatakan hidup apabila didalam kehidupan nya selalu di charge  dengan pulsa yang tentunya bukan melalui baterai tetapi  melalui satu  media yang bernama Zikrullah ( mengingat akan nikmat Allah SWT , dengan merefleksikannya melalui pengamalan ajaran Islam secara kaffah/menyeluruh). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu  harus kita fahami penilaian Allah SWT pada diri manusia tidaklah didasarkan pada penilaian jasadiyah, atau bentuk lahiriyah semata yang berupa suara, kecantikan atau ketampanannya warna kulit dan sebagainya,  tetapi Allah SWT  hanya menilai bagaimana hati serta amal yang kita kerjakan. Sudah sesuaikah dengan  janji – janji yang telah diikrarkan ketika Allah SWT  tiupkan ruh di badan menjelang kelahirannya dari alam rahim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebabnya maka panggilan puasa  yang kita laksanakan pada setiap bulan Ramadhan adalah salah satu bukti kita menerima sinyal yang Allah kirimkan. Dan sebagai orang yang beriman maka tanpa reserve lalu kitapun melaksanakan sinyal-sinyal yang Allah kirimkan tersebut.&lt;br /&gt;Sebagai analoginya  bahwa sebagus dan semodern Apapun HP yag kita miliki dengan warna warni chasing yang menarik, maka apabila tanpa pulsa, tanpa chaerge dsb. Sama halnya benda itu sebagai barang rongsokan, tak punya arti dan makna, sehingga berfungsi sebagai pajangan yang bernilai semu. Begitu pula seganteng dan secantik apapun manusia dengan warna kulit yang sehalus sutra sekalipun , maka kalau sudah tidak punya iman, ilmu dan amal, maka sama halnya, dengan robot berjalan, tak punya rasa, etika malu dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena kita kembali kepada SMS-SMS yang Allah kirimkan ( berupa ayat-ayatNya) kepada umat manusia melalui para Rasul-Nya ), maka Apakah kita tidak  berfikir, ataukah kita tidak berperasaan ? atau apakah kita tidak mau merenungkan bahwa Allah telah memberi kita rizki berlimpah, baik yang nampak maupun yang tiada nampak oleh mata lalu dicukupi segala kebutuhan tanpa kita meminta, tidakkah manusia merasa bahwa itu semua bukan semata mata ada begitu saja dan gratis dari Allah ? tidak sekali lagi  kita harus membayarnya dengan kesyukuran dan ketaatan yang sempurna. Apa yang kita peroleh dari hasil jerih payah kita, maka semua itu adalah ada peran serta takdir Allah SWT. Artinya semua terjadi atas izin Allah SWT, bahkan kalau kita beriman  bahwa tidak satu lembar pun daun yang berguguran, maka itu sudah ada dalam catatan di Lauhil Mahfuz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kita begitu antusias ketika dihimbau bahwa orang yang bijak maka ia akan taat pajak, sehingga kita pun dengan daya upaya berusaha untuk tepat waktu melunasi pajak-pajak tersebut ? karena apa ? takut di denda, yah itu sudah pasti. Kemudian mengapa tidak tergetar hati kita ketika mendengar himbauan Allah melalui  para mu’azzin memanggil  manggil untuk shalat ?  lalu kita pun terus asik dengan kesibukan kita masing masing, Apakah karena telinga kita yang tuli saat itu? atau hati kita yang  mulai ditutupi oleh  karena terlalu cintanya pada harta ? atau  takut  mendapat kondite jelek oleh atasan  karena  ingin selalu tampil sempurna dan prima  dimata atasan ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu orang yang penuh keimanan dalam dirinya maka ia akan percaya dan yakin bahwa apa yang telah dilakukan manusia, baik atau buruk, akan kembali ke manusia itu juga. Allah tidak akan menzolimi makhlukNya tetapi manusia itu sendirilah yang menzolimi dirinya. Karena itu maka tidaklah  kurang sedikitpun kemulyaann Allah SWT meskipun seluruh penduduk bumi dan langit selalu ingkar, dan sebaliknya tidak akan nambahnya kemulyaan Allah SWT apabila manusia dimuka bumi ini semua beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bisa saksikan bagaimana sikap dan prilaku manusia ketika Allah SWT mewajibkan puasa bagi mereka,  ada yang gembira  dalam menyambut bulan ramadhan ini , namun ada yang bisa-biasa saja seakan tidak ada apa apa di dalam bulan yang Allah SWT janjikan penuh limpahan barkah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupun di akhir ramadhan nanti ada  merasa senang dengan berakhirnya ramadhan  lalu bergembira  dengan hari Raya yang pertanda mereka akan terbebas dari batasan – batasan yang Allah larang untuk dilakukan pada bulan Ramadhan  baik makan minum dan sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pula yang unik dari sikap sebagian manusia dimana mereka bersedih dengan berakhirnya Ramadhan, mengapa ?  karena mereka yang berimana pada Allah SWT dalam beribadah  sekakan mereka seperti ikan yang berada di dalam air , begitu tenang damai dan hari-hari nya penuh dengan amaliah dengan penuh kesdaran , ikhlas semata mencari ridho Tuhan, sehingga begitu menginjak syawal mereka  senantiasa memperhatikan sinyal yang diberikan oleh Rasulullah SAW. itulah sebabnya maka ketika memasuki bulan Syawal, mereka pun menyambutnya dengan puasa sunah  6 hari  yang dilakukannya pada bulan syawal, kemudian selanjutnya diiringi pada bulan berikutnya berupa puasa sunah 3 hari pada pertengahan bulan Hijriyah ( tanggal 13, 14 dan 15 ).&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Mereka begitu yakin  akan janji Allah bahwa puasa 6 hari  di bulan Syawal balasannya  seakan akan kita berpuasa setahun penuh. Masya Allah , beruntunglah mereka yang  percaya dengan janji Allah yang bersifat rahman rahim maha pengasih tak pilih kasih. Dan janjinya pun mustahil dipungkiri sebagaimana terjadi pada kebanyakan manusia, yang pandai berpura dan berdusta . &lt;br /&gt;Nah, sebenarnya apa yang menyebabkan sebagian besar manusia tak mau memikirkan kehidupan  yang akan datang ( Akhirat ). Mungkinkah karena belum meresapnya keyakinan kedalam lubuk hati  yang paling dalam, sehingga kita belum meyakini sabda Rasulullah SAW bahwa dunia adalah tempat  menanam , dan Akhirat tempat memetik hasil buahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebabnya ketika sinyal-sinyal tersebut datang dari Allah SWT, maka apabila charge keimanan kepada Allah telah sempurna / full, maka mereka pun yakin kepada janji dan ancaman Allah SWT yang pasti akan nyata kelak di Yaumil Hisab, dan orang orang yang beriman kepada Allah SWT tentunya selalu berprinsip bahwa apa yang dilakukan tersebut hendaknya membawa kecintaan Allah SWT, bukan malah sebaliknya  mengundang kemurkaan Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya dapat disimpulkan bahwa Ilmu iman amal adalah satu kesatuan yang  kokoh yang senantiasa mewarnai  perilaku kehidupan kita sehari-hari, sehingga diharapkan kita akan menjadi insan insan yang kamil  yaitu manusia yang berpandangan jauh ke depan yang bukan hanya memikirkan kehidupan kini, tapi juga masa yang akan datang , dalam menggapai bahagia di dunia, dan mencari keselamatan di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu dalam bentuk apapun kemajuan kemajuan dari perkembangan ilmu dan teknologi modern dewasa ini maka hendaknya dapat disikapi serta memfilterinya dengan nilai-nailai keimanan dan sikap akhlaq kepada Allah SWT agar terjadi keseimbangan sehingga kita mampu mengambil  i’tibar ( pelajaran) dengan sasaran agar kesyukuran , keimanan dan taqwa kita semakin meningkat, dari hari kehari sampai akhir  hayat kita,  amin ya robbal alamin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Wasalam,&lt;br /&gt;     Jakarta,   30  September 2008&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BIODATA PENULIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama          : A. Fauzi A. GH&lt;br /&gt;Tempat tanggal lahir : Jakarta, 8 Desember 1963&lt;br /&gt;Pendidikan  : SLTA&lt;br /&gt;Agama          : Islam&lt;br /&gt;Pekerjaan  : Staf / Karyawan Dikmenti&lt;br /&gt;Alamat Kantor  : Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.40-&lt;br /&gt;           41 Setiabudi Jakarta Selatan  &lt;br /&gt;           Telp. 021-5256193&lt;br /&gt;Alamat Rumah  : Jl. Pancoran barat XI.A &lt;br /&gt;           RT.011/03 No.32  Kelurahan&lt;br /&gt;           Pancoran Kecamatan Pancoran &lt;br /&gt;           Jakarta Selatan 12780&lt;br /&gt;           Telp. 021-92170496&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8447870983267784468-1918806615541630778?l=faizagh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://faizagh.blogspot.com/feeds/1918806615541630778/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://faizagh.blogspot.com/2008/10/belajar-dari-hape.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8447870983267784468/posts/default/1918806615541630778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8447870983267784468/posts/default/1918806615541630778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://faizagh.blogspot.com/2008/10/belajar-dari-hape.html' title='BELAJAR DARI HAPE'/><author><name>Faiz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10239275980012617777</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Eueg6oBYUvk/SUrr4yy0a3I/AAAAAAAAABA/xByXREZwiNs/S220/Jaz,Muj,Fz.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8447870983267784468.post-8988858128412210971</id><published>2008-08-24T00:53:00.000-07:00</published><updated>2008-09-06T23:33:09.599-07:00</updated><title type='text'>Abbasiyah</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;Pemerintahan &lt;b&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;(&lt;b&gt; &lt;/b&gt;Daulah ) Abbasiyah yang didirikan pada tahun 132H / 750 M&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;adalah merupakan kelanjutan dari pemerintahan Daulah Umayyah yang telah hancur di Damaskus. Dinamakan Daulah Abbasiyah karena para pendiri dan penguasa Dinasti ini merupakan keturunan Abbas, yaitu paman dari Nabi Muhammad SAW. Adapun sistem pemerintahan bersifat Monarchi absolut dalam arti&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kerajaan yang bersifat turun temurun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Pada masa pemerintahan Dinasti Abbasiyah, luasnya wilayah kekuasaan Islam semakin terus bertambah, seperti yang terjadi pada masa pemerintahan Khalifah Al Mahdi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tahun 158&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;s.d. 169 H/ 775 s.d. 785 M&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan Abbasiyah berhasil memperluas kekuasaan dan memasuki selat Bosporus,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sehingga membuat Ratu Irene&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menyerah dan berjanji mau membayar upeti. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;Adapun wilayah kekuasaan Abbasiyah ini meliputi wilayah yang pernah dikuasai Bani Umayyah sebelumnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;anatara lain&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;; Hijaz, Yaman Utara dan Yaman Selatan, Oman, Quwait, Irak, Iran ( Persia), Yorania, Palestina, Libanon, Mesir, Tunisia, Al Azhar, Maroko, Spanyol , Afgganistan dan Pakistan, kemudian penyiaran Islam semakin berkembang meliputi daerah Turki, wilayah Armenia dan daerah sekitrar laut Kaspia ( yang sekarang termasuk wilayah Rusia ) , kemudian wilayah bagian Barat India dan Asia Tengah serta wilayah perbatasan Cina sebelah Barat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;Pemerintahan Abbasiyah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;cukup kuat dalam mempertahankan wilayah, hal ini terbukti Abbasiyah berhasil menangkis serangan oleh Penguasa Byzantium pada masa peerintahan Khalifah Al Mansur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tahun 138 H.&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Selanjutnya secara singkat pemakalah akan menguraikan tentang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kelahiran Abbasiyah, sistem politik, kemajuan peradaban yang telah dicapai serta beberapa penyebab kemundurannya pada bab berikut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: -27pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: -27pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;        DAULAH ( PEMERINTAHAN )    &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;ABBASIYAH &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: -27pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;I.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Kelahiran Abbasiyah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;Pemerintahan Abbasiyah didirikan pada 132 H. Dalam tempo yang cukup lama Abbasiyah berkuasa yaitu selama lebih kurang 524 tahun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sejak kelahirannya pada tahun 132 H s.d. 656 H bertepatan dengan tahun 750 M s.d. 1258 M.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;Seperti telah dijelaskan pada pendahuluan bahwa pendiri dari Dinasti Abbasiyah adalah keturunan saidina Abbas, paman Nabi Muhammad SAW yang bernama&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Abdullah as Saffah bin Muhamamad bin Ali bin Abdullah bin Al Abbas.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pada awal kelahiran pemerintahan Abbasiyah ini dianggap merupakan suatu kemenangan bagi idea yang dianjurkan oleh kalangan Bani Hasyim setelah kewafatan Rasulullah SAW yaitu agar jabatan khalifah diserahkan kepada keluarga Rasulullah SAW dan sanak saudaranya. Namun idea ini dikalahkan di zaman permulaan Islam diamana pemerintahan Islam yang sehat menetapkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bahwa jabatan khalifah itu milik seluruh kaum Muslimin pada umumnya, dan mereka berhak melantik siapa saja antara kalangan mereka untuk menjadi klhalifah setelah tentunya mendapat dukungan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;oleh masyarakat muslim yang berlandaskan musyawarah. Tetapi orang-orang Parsi masih berpegang pada prinsip bahwa hak ketuhanan yang suci secara turun temurun, terus menyebarkan prinsip tersebut sehingga mereka berhasil membawa Bani Hasyim ke tampuk pemerintahan.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=8447870983267784468&amp;amp;postID=8988858128412210971#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.5in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;II.&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Kedudukan Khalifah &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;Pemerintahan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Ababasiyah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berbentuk Dinasti atau kerajaan yang dipimpin oleh seorang pimpinan yang disebut Khalifah.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Adapun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pemerintahannya berdasarkan Ajaran Islam yang bersifat Monarchi Absolut. Artinya bahwa Khalifah tersebut merupakan pimpinan tertinggi yang mengatur jalannya pemerintahan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;Pada masa pemerintahan Ja’far Al Mansur Pengertian Khalifah berubah, beliau berkata&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;: &lt;b&gt;&lt;i&gt;” Innamaa ana Sulthana Allah fil ardhihi ”, &lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;artinya &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;” Sesungguhnya Saya adalah kekuasaan Tuhan di bumi – Nya ”, dan dengan demikian konsep khilapah dalam pandangan beliau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berlanjut ke generasi sesudahnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang merupakan mandat dari Allah SWT, bukan dari manusia, dan bukan pula sekedar pelanjut Nabi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sebagaimana pada masa Khulafaurrosyidin.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Disamping itu Khalifah Abbasiyah memakai ”gelar tahta ”, seperti Khalifah Al Mansur,&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Ja’far dan seterusnya memakai ”gelar tahta ”. Artinya bahwa gelar tahta&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pada waktu itu lebih populer dari nama Khalifah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;itu sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.5in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;III.&lt;span style=""&gt;             &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Sistim Politik, Pemerintahan dan Bentuk Negara &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;Dinasti Abbasiyah dalam perjalanan pemerintahannya dapat dikatakan telah mampu mengembangkan dan memajukan peradaban Islam, sehingga Dinasti ini mencapai puncak kejayaannya dalam tempo yang cukup lama. Hal ini tentunya tidak terlepas dari sepak terjang, Kebijakan serta &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Sistem&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;politik &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dalam mengatur berbagai persoalan yang dilaksanakan oleh para penguasanya pada saat itu.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;span style=""&gt;                        &lt;/span&gt;Ada beberapa perbedaan dalam sikap dan sistem &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;politik yang dijalankan Dinasti Abbasiyah dengan Dinasti Bani Umayah, antara lain sebagai beriktu :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;Dinasti Umayyah sangat bersifat Fanatisme Arabiyah ( Arab Oriented ), artinya dalam berbagai hal dan bidang, maka pejabatnya berasal dari keturunan Arab murni, begitu pula corak peradaban yang dihasilkan pada masa kekuasaan dinasti ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;Dinasti Abbasiyah bersifat terbuka dan Demokratis artinya meskipun &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;tampuk pimpinan pemerintahan di tangan Arab, namun sifat pemerintahannya tidak lagi dominan artinya ada banyak pengaruh dalam beberapa bidang corak pemikiran yang bercampur peradaban Persia,Romawi, Mesir dan sebagainya, begitu pula pejabatnya tidak saja berasal dari keturunan Arab murni, akibatnya banyak jabatan jabatan penting&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;diduduki oleh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mereka yang berasal dari daerah selain bangsa Arab murni. Cara seperti ini dimaksudkan oleh para penguasa Abasiyah pada waktu itu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yaitu agar &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dapat melakukan hubungan dengan wakil-wakilnya yang berada jauh dari pusat pemerintahan di Bagdad terutama dalam menjalankan kebijaksanaan pusat dalam pembangunan Daerah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;Perlu diketahui bahwa dalam perjalanan Dinasti Abbasiyah tentunya ada zaman&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kemajuan dan kemundurannya, Oleh karena akan dijelaskan pada Penutup makalah ini dimana &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;hal tersebut disebabkan beberapa faktor yang menjadi penyebabnya &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.5in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;IV.&lt;span style=""&gt;              &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Priode Keukasaan pada zaman Dinasti Abbasiyah &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;span style=""&gt;                        &lt;/span&gt;Menurut para ahli Sejarah bahwa dalam termpo 524 tahun Abbasiyah berkuasa,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hal ini dapat dibagi menjadi priode kekuasaan pemerintahan yang dimana masing-masing mempunyai ciri-ciri tersendiri. Adapun priode dimaksud adalah : &lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=8447870983267784468&amp;amp;postID=8988858128412210971#_ftn2" name="_ftnref2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Priode      pertama ( 132 - &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;232 H / 750 – 847 M      )&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17.85pt; text-align: justify; text-indent: 17.85pt;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;Kekuasaan pada priode ini &lt;b&gt;berada&lt;/b&gt; di tangan para Khalifah di seluruh kerajaan Islam kecuali di Andalusia. Para Khalifah di zaman tersebut merupakan pahlawan – pahlawan yang memimpin angkatan tentara dalam mengarungi peperangan. Kebanyakan mereka adalah para ulama yang mengeluarkan fatwa dan berijtihad, cinta ilmu, hubungan yang erat dengan kaum keluarga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;serta kemampuan mereka berpidato&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang mampu membakar semangat jihad umat pada saat itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;Pada priode ini disebut pula Priode pengaruh Persia pertama, dan priode ini dikenal sebagai abad keemasan Islam ( The Golden Age of Islam ) salah satu cirinya dalah bahwa pada priode tersebut merupakan perkembangan pengetahuan dan peradaban Islam yang sangat pesat &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;Adapun dasar-dasar &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;pemerintahan Daulat Abbasiyah telah dicanangkan dan dibangun oleh Abu Al-Abbas As-Saffah ( 750 – 754 M)&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;) &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dan Abu Ja’far Al-Manshur ( 754 – 775 M ) . Selanjutnya masa keemasan dari Dinasti ini diteruskan pada 7 (tujuh) Khalifah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berikut sejak tahun 775&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;s.d. 847 M&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;antara &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;lain&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang dipimpin oleh Khalifah &lt;/span&gt;&lt;span lang="IT"  style="font-size:10;"&gt;Al-Mahdi , Al -Hadi , Harun Al-Rasyid , Al Amin, Al-Ma’mun , Al-Mu’tashim &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Khalifah Al – Watsiq.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="2" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Priode      Kedua&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;( 232 - &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;334 H / 847 – 945 M &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;Pada priode ini disebut masa Pengaruh Turki Pertama, karena kekuasaan para Khalifah banyak dipengaruhi oleh orang – orang Turki dan dapat diartikan bahwa kekuasaan pada priode ini &lt;b&gt;hilang &lt;/b&gt;dari &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;tangan para Khalifah, artinya berpindah dari para Khalifah kepada golongan kaum &lt;b&gt;Kaum Turki ( 232 H s.d. 334 H ),&lt;/b&gt; kecuali semasa timbul kesadaran dimana puncak pemerintahan di tangan Al Mu’tamid menjadi Khalifah ( 256 H s.d. 279 H ), kemudian Al Mu’tadhid &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;bin Al Muwaffaq ( 279 s.d. 289 H ).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;Khalifah yang berkuasa pada priode kedua ini antara lain ; Al Mutawakkil, Al Muntasir, Al Mustain, Al Mu’taz, Al Muhtadi, Al Mu’tamid, Al Mu’tadid, Al Muktafi, Al Muqtadir, Al Qahir, Ar Radi, Al Muttaqi dan Al Mustakfi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="3" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Priode      Ketiga &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;(&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;334-&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;467 H /&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;945 – 1075 M &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;Pada priode ini disebut pula Priode pengaruh Persia Kedua. Pda masa ini keluarga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bani Buwaih menjadi orang kepercayaan Khalifah, dan mereka bahkan mempunyai kekuasaan sebagaimana Khalifah. Misalnya Ahmad bin Buwaih diangkat oleh Khalifah Al Mustakfi sebagai Amirul Umara dengan gelar Muizzuddaulah. Ali&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bin&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Buwaih diangkat menjadi penguasa Fars dengan gelar Imaduddaulah.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hasan bin Buwaih diberi kekuasaan di Isfahan dengan gelar Ruknuddaulah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="4" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Priode      Keempat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;( 467- 555&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;H /&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;1075 – 1160 M &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;Pada priode ini disebut masa Pengaruh Turki Kedua. Dan kekuasaan Abbasiyah pada priode ini di bawah kendali Bani Saljuk, yaitu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;antara lain Bani Saljuk Syiria, Bani Saljuk Irak dan Bani Saljuk Kurdistan. Ketiganya secara bersama-sama&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengendalikan para Khalifah. Pada priode inilah mulai terjadi peragn Salib ( antara Umat Islam dengan kaum Nasrani/ Barat).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="5" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Priode      Kelima&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;( &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;555- 656&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;H /&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;1160 -&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;1258 M &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;Kekuasaan pada priode ini kembali di tangan para Khalifah, dan khalifah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bebas dari pengaruh Dinasti lain, tetapi kekuasaannya effektif hanya di sekitar kawasan kota Baghdad saja.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;Pada periode ketiga inilah kemunduran mulai terlihat &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dikarenakan kerajaan Abbasiyah nampak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terpecah antara lain dengan hadirnya Bani Buwaih, Bani Saljuk serta Dinasti Khawarizmi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang senantiasa mengintervensi dan merongrong&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dinasti Abbasiyah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sehingga pemerintahan Islam pada saat itu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tidak lagi berada pada &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;satu komando dan tak ada lagi kewibawaan Dinasti yang utuh dan mampu mempersatukan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;Itulah sebabnya maka Khalifah yang menjadi penguasa pada waktu itu mengumumkan kedaulatannya di kawasan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kecil (Baghdad )&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bersama keluarganya, sehingga menjadikan suatu kesempatan bagi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tentara Mongol dari Kaum Tartar yang dipimpin Hulako datang menyerang dan memusnahkan kota Baghdad&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bersama Khalifahnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;Saat itu terjadi pembunuhan besar-besaran dan terjadi banjir darah dan tidak hanya itu, khazanah ilmu pengetahuan dan peradaban Bagdad pun dibumi hanguskan oleh tentara Mongol.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;Dengan demikian maka &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;tamatlah riwayat pemerintahan Abbasiyah pada tahun 656 H ( 1258 M).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.5in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;V.&lt;span style=""&gt;                 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Hasil Peradaban yang dihasilkan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Dinasti&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Abbasiyah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IT"  style="font-size:10;"&gt;Kemajuan dan hasil peradaban yang dicapai pada masa Abbasiyah &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;diantaranya &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;yaitu :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IT"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul style="margin-top: 0in;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Bidang      Ekonomi, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Sosial&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan Kesehatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IT"  style="font-size:10;"&gt;Pada masa &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Al-Mahdi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IT"  style="font-size:10;"&gt; dimana &lt;b&gt;&lt;i&gt;perekonomian mulai meningkat&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; dengan peningkatan di sektor pertanian, melalui irigasi dan peningkatan hasilpertambangan seperti perak, emas, tembaga dan besi. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;Terkecuali itu perdagangan transit antara Timur dan Barat juga banyak membawa kekayaan. Bashrah pada saat itu menjadi pelabuhan yang penting.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;Kemudian popularitas Daulat Abbasiyah mencapai puncaknya di zaman kalifah &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Harun Al-Rasyid&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt; (786-809 M). Pada masa inilah Negara Islam menempatkan dirinya sebagai Negara terkuat dan tak tertandingi. Kekayaan yang banyak dimanfaatkan Harun Al-Rasyid untuk keperluan &lt;b style=""&gt;social d&lt;/b&gt;i samping itu tempat pemandian umum dibangun, &lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Rumah sakit, lembaga pendidikan dokter, dan farmasi didirikan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pada masanya, sudah terdapat paling tidak sekitar 800 orang dokter&lt;/b&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;Tingkat kemakmuran tertinggi terwujud pada zaman khalifah ini. Kesejahteraan social, kesehatan, pendidikan, ilmu pengetauan, dan kebudayaan serta kesusasteraanberada pada zaman keemasannya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul style="margin-top: 0in;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Bidang      Ilmu Pengetahuan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;Pada masa &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Al-Ma’mun &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IT"  style="font-size:10;"&gt;(813 - 833 M)&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;, pengganti Al-Rasyid, dikenal sebagai khalifah yang sangat cinta kepada ilmu. Pada masa pemerintahannya, penerjamahan buku-buku asing digalakkan. Untuk menerjemahkan buku-buku Yunani, ia menggaji para penerjemah dari golongan Kristen dan penganut agama lain yang ahli. Ia juga banyak mendirikan sekolah, salah satu karyanya yang terpenting adalah pembangunan &lt;b&gt;&lt;i style=""&gt;Bait al-Hikmah&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, pusat penerjemahan yang berfungsi sebagai perguruan tinggi dengan perpustakaan yang besar. Pada masa Al-Ma’mun inilah Baghdad mulai menjadi pusat kebudayaan dani lmu pengetahuan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Berkembangnya ilmu pengetahuan yang merupakan hasil peradaban yang sangat populer yang terjadi zaman Abbasiyah, tidak terjadi dengan begitu mudahnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tetapi semua itu diawali dengan Pembinaan Keimanan Mental dan Akhlaq&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sebelum dilakukan pengembangan serta penerapan serta penguasaan Ilmu Pengetahuan secara profesioanal dalam bidang bidang lain yang lain, sehingga faktor keimanan dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;akhlaq benar benar menjiwai para ilmuwan pada waktu itu yang karyanya sampai saat ini masih dimanfaatkan oleh generasi saat ini dan perlu diketahui bahwa Mesjid pada waktu itu sebagai pusat aktifitas dan bukan hanya sebagai tempat ibadah ritual semata. &lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;Tingkat Pendidikan yang dibentuk pada saat itu &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;antara lain :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;Tingkat &lt;i style=""&gt;Maktab/Kuttab&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt; ,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yaitu&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;lembaga&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;pendidikan&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Dasar,&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;tempat&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;anak - anak&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;mengenal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dasar - dasar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bacaan,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hitungan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tulisan,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tempat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;para&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;remaja&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;belajar dasar - dasar ilmu agama, seperti: tafsir, hadis, fiqih, dan bahasa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;Tingkat Lanjutan / Pendalaman&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;. Para&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pelajar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ingin&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;memperdalam ilmunya, pergi keluar daerah menuntut&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ilmu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kepada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;seseorang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;atau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;beberapa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;orang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ahli&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dalam&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;bidangnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;masing - masing.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pada&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;umumnya, ilmu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dituntut&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;adalah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ilmu - ilmu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;agama.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pengajarannya berlangsung&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;masjid - masjid&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;atau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;rumah -&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;rumah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ulama&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bersangkutan. Bagi&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;anak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;penguasa,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pendidikan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bisa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berlangsung di istana atau di rumah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;penguasa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tersebut dengan memanggil ulama ahli ke sana.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;Selanjutnya untuk pengembangan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ilmu pengetahuan itu sendiri maka pada zaman Abbasiyah digalakkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan pembentukan Perpustakaan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sebagai pusat ilmu pengetahuan. Adapun Perpustakaan pada masa itu lebih merupakan sebuah universitas, karena di samping terdapat berbagai kitab dalam berbagai bahasan , di sana juga terdapat bermacam aktifitas baik &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;membaca, menulis, dan berdiskusi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;Dengan demikian jelaslah bahwa dalam mengembangkan dan memajukan ilmu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pengetahuan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;harus ditunjang oleh Perpustakaan yang memadai dan hal ini sangat ditentukan oleh pengembangan bahasa Arab itu sendiri yang pada saat itu bukan hanya sebagai hahasa administrasi yang sudah berlaku sejak zaman Bani Umayyah, namun juga sebagai bahasa ilmu pengetahuan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul style="margin-top: 0in;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Bidang      Keamanan dan Ketentaraan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Al-Mu’tashim&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;, Khalifah pada tahun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;(833-842 M),memberi peluang besar kepada orang-orang Turki untuk masuk dalam pemerintahan, keterlibatan mereka dimulai sebagai tentara pengawal. Tidak seperti pada masa Daulat Umayyah, Dinasti Abbasiyah mengadakan perubahan system ketentaraan mengingat saat itu praktik orang-orang muslim mengikuti perang sudah terhenti. Tentara dibina secara khusus menjadi para prajurit professional. Dengan demikian, kekuatan militer Dinasti Bani Abbas menjadi sangat kuat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;Walaupun demikian, dalam periode ini banyak tantangan dan gerakan politik yang mengganggu stabilitas, baik dari kalangan Bani Abbas sendiri maupun dari luar. Gerakan-gerakan itu seperti gerakan sisa-sisa Bani Umayyah dan kalangan intern Bani Abbas, revolusi al-Khawarij di Afrika Utara, gerakan Zindik di Persia, gerakan Syi’ah, dan konflik antarbangsa serta aliran pemikiran keagamaan, semuanya dapat dipadamkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;Dari sekilas gambaran di atas terlihat bahwa, Dinasti Bani Abbas pada periode pertama lebih menekankan pembinaan peradaban dan kebudayaan Islam daripada perluasan wilayah. Inilah perbedaan pokok antara Bani Abbas dan Bani Umayyah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;C.&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sistem Pemerintahan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;Gambaran mengenai sistem pemerintahan yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dilakukan oleh Dinasti Bani Abbas , antara lain &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul style="margin-top: 0in;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;Sistem Demokrasi dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Non      Oriented Arabian &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;Dengan berpindahnya ibu kota ke Bagdad, pemerintahan Bani Abbas menjadi jauh dari &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;pengaruh Arab, sedangkan Dinasti Bani Umayyah sangat berorientasi kepada bangsa Arab. Dalam periode pertama dan ketiga, pemerintahan Abbasiyah mempunyai pengaruh kebudayaan Persia yang sangat kuat dan pada periode kedua dan keempat, bangsa Turki sangat dominan dalampolitik dan pemerintahan dinasti ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:10;"  lang="SV" &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;Pembentukan Departemen-Departemen yang dipimpin oleh Menteri-Menteri &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;Dalam penyelenggaraan Negara,pada masa Bani Abbas ada jabatan wazir, yang membawahi kepala-kepala Departemen. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:10;"  lang="SV" &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;Sistem Pertahanan dan Keamanan Profesioanl &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;Ketentaraan professional baru terbentuk pada masa pemerintahan Bani Abbas. Sebelumnya tidak ada tentara khusus yang professional, meskipun ada sisi baik dan buruknya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sebagaimana diuraikan di atas, puncak penkembangan kebudayaan dan pemikiran Islam terjadi pada masa pemerintahan Bani Abbas. Akan tetapi, tidak berarti seluruhnya berawal dari kreativitas penguasa Bani Abbas sendiri. Sebagian di antaranya sudah dimulai sejak awal kebangkitan Islam. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;D.&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Faktor Penyebab terjadi Kemajuan dan Kehancuran Dinasti Abbasiyah &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:10;"  lang="FI" &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;faktor penyebab Kemajuan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;peradaban&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dinasti Abbasiyah :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;Faktor penyebab&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;kemajuan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;kemajuan yang dicapai oleh Dinansti Abbasiyah, tidak terlepas dari aktifitas-aktifitas&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;antara lain &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;Terjadinya asimilasi secara efektif dan bernilai guna antara bangsa Arab dengan bangsa - bangsa lain yang lebih dahulu&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;mengalami perkembangan dalam bidang ilmu pengetahuan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt; &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Pada masa pemerintahan Bani Abbas, bangsa-bangsa non-Arab banyak yang masuk Islam.. Bangsa-bangsa itu memberi saham tertentu dalam perkembangan ilmu pengetahuan dalam Islam. &lt;b&gt;Pengaruh Persia&lt;/b&gt;, sangat kuat sekali di &lt;b&gt;bidang pemerintahan&lt;/b&gt; dan di samping itu, bangsa Persia banyak berjasa dalam perkembangan ilmu, filsafat, dan sastra. &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;Pengaruh India, &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;terlihat dalam &lt;b&gt;bidang kedokteran&lt;/b&gt;, ilmu matematika, dan astronomi. Sedangkan, &lt;b&gt;pengaruh Yunani&lt;/b&gt; masuk &lt;b&gt;melalui terjemahan-terjemahan dalam banyak bidang ilmu&lt;/b&gt;, terutama filsafat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;Gerakan terjemahan &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;yang berlangsung dalam tiga fase. &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IT"  style="font-size:10;"&gt;Fase pertama&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IT"  style="font-size:10;"&gt;, pada masa &lt;b&gt;khalifah Al-Manshur hingga Harun Al Rasyid.&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;Pada fase ini yang banyak diterjemahkan adalah karya-karya dalam bidang astronomi dan &lt;i style=""&gt;manthiq&lt;/i&gt;. &lt;b&gt;Fase kedua&lt;/b&gt; berlangsung mulai masa &lt;b&gt;khalifah A1-Ma’mun&lt;/b&gt; hingga tahun 300 H. Buku-buku yang banyak diterjemahkan adalah dalam bidang filsafat dan kedokteran. &lt;b&gt;Fase ketiga&lt;/b&gt; berlangsung setelah tahun 300 H, terutama setelah adanya pembuatan kertas&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sehingga bidang-bidang ilmu yang diterjemahkan semakin meluas. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;Pengaruh dan kebudayaan bangsa yang sudah maju tersebut, terutama melalui gerakan terjemahan, bukan saja membawa kemajuan di bidang ilmu pengetahuan umum, tetapi juga ilmu pengetahuan agama. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;Dalam bidang tafsir&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;, sejak awal sudah dikenal dua metode, &lt;b&gt;&lt;i&gt;metode pertama, tafsir bi al-ma’tsu&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i style=""&gt;r&lt;/i&gt;, yaitu interpretasi tradisional dengan mengambil interpretasi dan nabi dan para sahabat. &lt;b&gt;&lt;i&gt;Kedua, Tafsir bi al-ra ‘yi,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; yaitu metode rasional yang lebih banyak bentumpu kepada pendapat dan pikiran dari pada hadis dan pendapat sahabat &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;Kedua metode ini memang berkembang pada masa pemerintahan Bani Abbas&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;. Akan tetapi jelas sekali bahwa tafsir dengan metode &lt;i style=""&gt;bi al-ra’yi&lt;/i&gt; (tafsir rasional), sangat dipengaruhi oleh perkembangan pemikiran filsafat dan ilmu pengetahuan. Hal yang sama juga terlihat dalam ilmu fiqih dan terutama dalam ilmu teologi. dimana perkembangan logika di kalangan umat Islam dalam hal ini sangat dipengaruhi oleh pemikiran filsafat dan ilmu pengetahuan tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;Perkembangan Mazhab&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan Teologi &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;Termasuk pula pendapat-pendapat hukum Imam-imam mazhab yang sempat hidup pada masa pemerintahan Abbasiyah pertama. Imam Abu Hanifah misalnya pada tahun (700-767 M) pendapatnya dipengaruhi oleh perkembangan yang terjadi di Kufah, kota yang berada di tengah - tengah kebudayaan Persia yang hidup kemasyarakatannya telah mencapai tingkat kemajuan yang lebih tinggi. Karena itu, mazhab ini lebih banyak menggunakan pemikiran rasional dari pada hadis. Muridnya dan sekaligus pelanjutnya, &lt;b&gt;Abu Yusuf,&lt;/b&gt; yang menjadi &lt;i style=""&gt;Qadhi al-Qudhat&lt;/i&gt; di zaman Harun Al-Rasyid.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;Berbeda dengan Imam Malik (713 - 795 M) banyak menggunakan hadis dan tradisi masyarakat Madinah. Pendapat dua tokoh mazhab hukum itu ditengahi oleh Imam Syafi’i (767 - 820 M) dan Imam Ahmad bin Hanbal (780 - 855 M).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;Disamping empat pendiri mazhab besar tersebut, pada masa pemerintahan Abbas banyak mujtahid mutlak lain yang mengeluarkan pendapatnya secara bebas dan mendirikan mazhabnya pula. Akan tetapi, karena pengikutnya tidak berkembang, pemikiran dan mazhab itu hilang bersama berlalunya zaman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span lang="IT"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span lang="IT"  style="font-size:10;"&gt;Aliran-aliran teologi sudah ada pada masa Bani Umayyah, seperti Khawarij, Murjiah, dan Mu’tazilah. Akan tetapi, perkembangan pemikirannya masih terbatas. Teologi rasional Mu’tazilah muncul di ujung pemerintahan Bani Umayyah. &lt;b&gt;&lt;i&gt;Namun, pemikiran-pemikirannya yang lebih kompleks dan sempurna baru dirumuskan pada masa pemerintahan Bani Abbas periode pertama&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, setelah terjadi kontak dengan pemikiran Yunani yang membawa pemikiran rasional dalam Islam. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span lang="IT"  style="font-size:10;"&gt;Tokoh perumus pemikiran Mu’tazilah yang terbesar adalah &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Abu Al-Huzail Al-Allaf&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (135-235 H/752-849 M) dan &lt;b&gt;&lt;i&gt;Al-Nazzam&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (185-221 H/801-835 M). &lt;b&gt;&lt;i&gt;Asy’ariyah, aliran tradisional di bidang teologi&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; yang dicetuskan oleh &lt;b&gt;&lt;i&gt;Abu Al-Hasan Al-Asy’ ari&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (873-935 M) yang lahir pada masa Bani Abbas ini juga banyak sekali terpengaruh oleh logika Yunani. Ini terjadi, karena Al-Asy’ari sebelumnya adalah pengikut Mu’ta zilah. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;Hal yang sama berlaku pula dalam bidang sastra. Penulisan hadis, juga berkembang pesat pada masa Bani Abbas. Hal itu mungkin terutama disebabkan oleh tersedianya fasilitas dan transportasi, sehingga, memudahkan para pencari dan penulis hadis bekerja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;Pengaruh Gerakan Terjemahan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;Pengaruh gerakan tenjemahan terlihat dalam perkembangan ilmu pengetahuan umum, terutama di bidang astronomi, kedokteran, filsafat, kimia, dan sejarah. Dalam lapangan astronomi tenkenal Al-Fazari sebagai astronom Islam yang pertama kali menyusun astrolobe Al-Fargani, yang dikenal di Eropa dengan nama Al-Faragnus, menulis ringkasan ilmu astronomi yang diterjemahkan ke dalam bahasa Latin oleh Gerard Cremona dan Johannes Hispalensis. Dalam lapangan kedokteran dikenal nama Al-Razi dan Ibn Sina. Al-Razi adalah tokoh partama yang membedakan antara penyakit cacar dengan &lt;i style=""&gt;measles&lt;/i&gt;. Dia juga orang pertama yang menyusun buku mengenai kedokteran anak. Sesudahnya, ilmu kedokteraan berada di tangan ibn Sina. Ibn Sina yang juga seorang filosof, berhasil menemukan sistem peredaran darah pada manusia. Di antara karyanya adalah &lt;i style=""&gt;al-Qanun fi al-Thibb&lt;/i&gt; yang merupakan ensiklopedi kedokteran paling besar dalam sejarah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Dalam bidang optika Abu Ali Al-Hasan ibn Al-Haythami yang di Eropa dikenal dengan nama Alhazen, terkenal sebagai orang yang menentang pendapat bahwa, mata mengirim cahaya ke benda yang dilihat. Menurut teorinya - yang kemudian terbuktj kebenarannya bendalah yang mengirim cahaya ke mata. Di bidang kimia, terkenal nama Jabir ibn Hayyan. Dia berpendapat bahwa logam seperti timah, besi, dan tembaga dapat diubah menjadi emas atau perak dengan mencampurkan suatu zat tertentu. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;Di bidang matematika terkenal nama Muhammad ibn Musa Al - Khawarizmj, yang juga mahir dalam bidang astronomi. Dialah yang menciptakan ilmu aljabar. Kata “aljabar” berasal dari judul bukunya, &lt;i style=""&gt;al-Jabr wa al-Muqabalah&lt;/i&gt; Dalam bidang sejarah terkenal nama Al-Mas’udi Dia juga ahli dalam ilmu geografi. &lt;/span&gt;&lt;span lang="IT"  style="font-size:10;"&gt;Di antara karyanya adalah &lt;i style=""&gt;Muruj al-Zahab wa Ma ‘adin al-Jawahir&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;Tokoh-tokoh terkenal dalam bidang filsafat, antara lain Al Farabi, Ibn Sina, dan Ibn Rusyd. Al-Farabi banyak menulis buku tentang filsafat, logika, jiwa, kenegaraan, etika, dan interpretasi terhadap filsafat Aristoteles. Ibn Sina juga banyak mengarang buku tentang filsafat. Yang terkenal di antaranya ialah &lt;i style=""&gt;al-Syifa’&lt;/i&gt;. Ibn Rusyd yang di Barat lebih dikenal dengan nama Averroes, banyak berpengaruh di Barat dalam bidang filsafat, sehingga di sana terdapat aliran yang disebut dengan Averroisme.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;Demikianlah kemajuan politik dan kebudayaan yang pernah dicapai oleh pemerintahan Islam pada masa klasik, kemajuan yang tidak ada tandingannya di kala itu. Pada masa ini, kemajuan politik berjalan seiring dengan kemajuan peradaban dan kebudayaan, sehingga Islam mencapai masa keemasan, kejayaan, dan kegemilangan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:10;"  lang="FI" &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;faktor penyebab Kehancuran peradaban&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dinasti Abbasiyah :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;Melihat kenyataan ini bahwa dalam perjalanan sejarah Abbasiyah zaman&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kemajuan dicapai pada masa masa pemerintahan pada Priode pertama dengan segala hasil peradaban yang telah dicapai . Namun sayang setelah setelah priode pertama berakhir dapat kita saksikan terjadi zaman kemunduran yaitu pada priode ketiga dan seterusnya, dimana hal tersebut terjadi tentunya disebabkan beberapa hal yang menjadi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;faktor penyebabnya dan tentu dapat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kita jadikan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;evaluasi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bahwa memang mudah mencapai kemajuan namun begitu sulit mempertahankannya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;karena disana terjadi banyak &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hal yang perlu direnungkan antara lain :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:10;"  lang="FI" &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;Tidak lagi berada pada satu komando &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dan lunturnya &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;kewibawaan sang pemimpin ( khalifah ). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:10;"  lang="FI" &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;Tidak terbentuknya persatuan yang diikat oleh ikatan yang kokoh berdasarkan Al Qur’an dan Sunnah sehingga terjadi saling &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;menonjolkan berbagai kepentingan masing-masing serta kekuasaan sehingga terbentuknya &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;kerajaan masing-masing, sehingga terpencarnya pusat pusat kekuasaan Islam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:10;"  lang="FI" &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;Merasa puas dengan keberhasilan yang dicapai &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;sehingga sebagian besar penguasa yang telah ah berada dipuncak kekuasaan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mulai melupakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;prinsip yang sangat penting dalam kepeimpinan antara lain keadilan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan sebagainya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:10;"  lang="FI" &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;Kurang nya sikap waspada terhdap kekuatan kekuatan yang siap merobohkan dan menghancurkan baik yang berada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dalam maupun yang berada di luar kekuasaan sang Khalifah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: center; text-indent: 0.5in;" align="center"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Prof. Dr. A. Syalabi, Sejarah Kebudayaan Islam 3, Pustaka Al Husna, Cet.1, 1993, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size:8;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:8;"&gt; Dr. Badri Yatim, MA, Sejarah Peradaban Islam, Grafindo Persada Cet.I, 2008 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr align="left" size="1" width="33%"&gt;  &lt;!--[endif]--&gt;  &lt;div style="" id="ftn1"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=8447870983267784468&amp;amp;postID=8988858128412210971#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Prof. Dr. A. Syalabi, Sejarah Kebudayaan Islam 3, Pustaka Al Husna, Cet.1, 1993, hal.1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn2"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=8447870983267784468&amp;amp;postID=8988858128412210971#_ftnref2" name="_ftn2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:8;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:8;"&gt; Dr. Badri Yatim, MA, Sejarah Peradaban Islam, Grafindo Persada Cet.I, 2008 hal. 51&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8447870983267784468-8988858128412210971?l=faizagh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://faizagh.blogspot.com/feeds/8988858128412210971/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://faizagh.blogspot.com/2008/08/dinasti-abbasiyah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8447870983267784468/posts/default/8988858128412210971'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8447870983267784468/posts/default/8988858128412210971'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://faizagh.blogspot.com/2008/08/dinasti-abbasiyah.html' title='Abbasiyah'/><author><name>Faiz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10239275980012617777</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Eueg6oBYUvk/SUrr4yy0a3I/AAAAAAAAABA/xByXREZwiNs/S220/Jaz,Muj,Fz.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8447870983267784468.post-2682877344401375167</id><published>2008-08-02T22:37:00.000-07:00</published><updated>2008-08-02T22:39:16.485-07:00</updated><title type='text'>Kesan Pesa  Sang adik kelas</title><content type='html'>Kakak kelas yang terhormat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengiringi hari kebahagiaanmu ini&lt;br /&gt;Atas keberhasilanmu&lt;br /&gt;Dalam meniti hari demi hari&lt;br /&gt;Menuntut ilmu di sekolah kita ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada kata yang dapat ku ungkap&lt;br /&gt;Tiada kesan yang dapat ku tulis&lt;br /&gt;Kecuali rasa syukur kita pada Allah&lt;br /&gt;Untuk keberhasilan kita semua&lt;br /&gt;Dan manusia hanya berikhtiar dan berdoa&lt;br /&gt;Hanya Allah lah yang kuasa&lt;br /&gt;Menentukan segala irodatNYa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakak-kakaku&lt;br /&gt;Tiada yang dapat diharap dan didamba&lt;br /&gt;Oleh para  Ayah,  bunda  kita tercinta&lt;br /&gt;Yang hadir bersama kita pada saat ini.....&lt;br /&gt;Kecuali kehadiran anak anak sholeh sholeha&lt;br /&gt;Hingga impian mereka pun jadi kenyataan  &lt;br /&gt;Kehidupan bahagia dunia akhirat&lt;br /&gt;dengan tebaran  kasih dan sayang &lt;br /&gt;sepanjang hidup yang kita lalui&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yaitu terciptanya  kasih dan sayang  untuk semua&lt;br /&gt;antara keluarga, Antara ayah dan bunda, adik dan kakak,&lt;br /&gt;Antara Guru dan muridnya&lt;br /&gt;Hingga hilanglah kekerasan&lt;br /&gt;Timbullah kedamaian antara kita semua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun .......................&lt;br /&gt;semua perhatian , cinta dan kasih sayang &lt;br /&gt;yang kita berikan pada siapapun&lt;br /&gt;Tak kan boleh melebihi cinta kita  pada Dia&lt;br /&gt;Pada Allah , Tuhan Yang Esa dengan para Rasul - NYa&lt;br /&gt;Dan sang penutup Nubuwah, Khotamun Nabiyyin&lt;br /&gt;Muhammad bin Abdillah, Muhammad SAW&lt;br /&gt;Dialah teladan kita semua .............&lt;br /&gt;Dialah Idola kita semua ..................&lt;br /&gt;Bukan siapa-siapa.....................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakak – kakakku .......................&lt;br /&gt;Tiada yang diharap dan didamba&lt;br /&gt;Oleh para  Bapak dan Ibu Guru kita tercinta &lt;br /&gt;Kecuali kelak kan hadir sebuah generasi&lt;br /&gt;Diantara kita yang ada&lt;br /&gt;Yang Mampu meneruskan cita-cita   mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya kecerdasan, dan bukan pula hanya kepandaian&lt;br /&gt;Dengan setumpuk pujian pujian&lt;br /&gt;Diatas lembaran lembaran kertas penghargaan&lt;br /&gt;Namun mereka mendambakan  generasi yang Santun,&lt;br /&gt;mandiri,  dan sadar akan tanggung jawab &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai anak dari para orang tua ,&lt;br /&gt;sebagai murid dari para Guru&lt;br /&gt;sebagai warga dari masyarakat bangsa dan Negara&lt;br /&gt;dan ....................&lt;br /&gt;sebagai umat yang beragama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mendambakan kita&lt;br /&gt;Sebagai  generasi generasi yang berakhlaq pada sesama&lt;br /&gt;Berimana bertaqa pada Tuhannya&lt;br /&gt;Dia lah Allah Tuhan Yang Esa &lt;br /&gt;Perkasa, adil dan bijaksana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakak kakakku .....................&lt;br /&gt;Kuacung kan salut atas segenap jerihmu&lt;br /&gt;Kuucapkan selamat atas sebuah prestasi mu&lt;br /&gt;Yang kan mengantarkan mu&lt;br /&gt;Ke depan pintu gerbang cita cita .....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tataplah ke depan&lt;br /&gt;Bahwa perjuangan mu &lt;br /&gt;Dan perjuangan kita belum berakhir ................&lt;br /&gt;Belum selesai, …… belum apa-apa  ........................&lt;br /&gt;masih ada satu gerbang yang mesti dilewati&lt;br /&gt;Dan dia adalah cita cita yang akan kita raih .....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teruskan langkah langkah mu nan pasti&lt;br /&gt;Jangan kau berhenti , atau kau balikkan badan mu&lt;br /&gt;Majulah  ke depan, sedikitpun jangan kau ragu&lt;br /&gt;Kita bukan lagi pemuda pemudi cengeng&lt;br /&gt;Manja dan lemah tiada daya&lt;br /&gt;Dalam menghadapi arus pergaulan modern&lt;br /&gt;Yang semakin lepas dari tali kendali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita adalah pemuda pemudi&lt;br /&gt;Yang tak kan pernah mau&lt;br /&gt;Menjadi budak budak miras, narkoba&lt;br /&gt;Sex bebas dan ekstasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kita adalah generasi robbani&lt;br /&gt;Yang Peduli umat, cinta tanah tumpah darah&lt;br /&gt;Tegas  menegakkan yang haq&lt;br /&gt;Menumbangkan kebathilan&lt;br /&gt;Mulai dari diri kita&lt;br /&gt;dari kawan dan  keluarga &lt;br /&gt;Umat dan bangsa kita semua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harumkan nama dan cita sekolah kita&lt;br /&gt;Hiasi dri dengan akhlaq mulia&lt;br /&gt;Hingga membuat mereka tersenyum dan bangga&lt;br /&gt;Menatap kita semua&lt;br /&gt;Sebagai generasi yang diharapkan&lt;br /&gt;Dan mampu meneruskan cita cita mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakak kakakku ..........&lt;br /&gt;semangatmu  yang tak pernah luntur&lt;br /&gt;kegigihanmu  yang tak pernah goyah &lt;br /&gt;Bersama tetesan keringat yang tak pernah berhenti mengalir&lt;br /&gt;Adalah saksi yang tak mungkin terlupakan&lt;br /&gt;Sebagai generasi yang pantang menyerah&lt;br /&gt;Menyerah pada keadaan&lt;br /&gt;Menyerah pada pergaulan bebas&lt;br /&gt;Menyerah pda hawa nafsu yang menjerumuskan&lt;br /&gt;Menghancur kan masa depan kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan kita pada hari ini&lt;br /&gt;Tidak lah terlepas dari peran serta&lt;br /&gt;Dari Seorang yang kita cintai&lt;br /&gt;Dialah para Ayah dan Ibu kita&lt;br /&gt;Para Bapak dan Guru kita&lt;br /&gt;Mereka semua adalah panutan dan teladan kita ,&lt;br /&gt;Semoga Allah mengampuni mereka&lt;br /&gt;Membalas segala jerih payah&lt;br /&gt;Membimbing kita semua, Amin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta  22  Juni  2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                                                                                                A.fauzi A.GH&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8447870983267784468-2682877344401375167?l=faizagh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://faizagh.blogspot.com/feeds/2682877344401375167/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://faizagh.blogspot.com/2008/08/kesan-pesa-sang-adik-kelas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8447870983267784468/posts/default/2682877344401375167'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8447870983267784468/posts/default/2682877344401375167'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://faizagh.blogspot.com/2008/08/kesan-pesa-sang-adik-kelas.html' title='Kesan Pesa  Sang adik kelas'/><author><name>Faiz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10239275980012617777</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Eueg6oBYUvk/SUrr4yy0a3I/AAAAAAAAABA/xByXREZwiNs/S220/Jaz,Muj,Fz.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8447870983267784468.post-1295081385305209944</id><published>2008-08-02T02:03:00.000-07:00</published><updated>2008-08-02T02:11:02.384-07:00</updated><title type='text'>ARTI SEBUAH  PERTANGGUNG JAWABAN</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;           &lt;br /&gt;Istilah pertanggungjawaban berasal dari kata  tanggung jawab. Kata ini sering kita temui pada setiap perkumpulan atau organisasi dimana bagi mereka yg mendapat kepercayaan dari orgaisasi atau institusi tertentu yang mempercayakan kepadanya untuk melaksanakan program yang harus  dilaksanakan dengan target yang telah ditentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Pada setiap akhir tahun terhadap mereka yang mendapat kepercayaan tetntunya harus membuat suatu pertanggung jawaban terhdap pekerjaan / proyek yang telah dilaksanakan. Berapa anggaran yang telah diberikan dan sejauh mana penggunaan anggaran itu dimanfaatkan pada hal-hal yang relevan sesuai rencana yang telah dibuat dan dipresentasikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kepentingan hal tersebut biasanya para pelaksana kegiatan harus  mempersiapkan serta menyajikan pertanggung jawaban untuk diperlihatkan kepada pimpinan, atau kepada suatu badan pemeriksa yang berwenang mengaudit mengenai relevansi anggaran yang ada dengan pelaksanaan di lapangan, bermacam bentuk   laporan pun dibuat baik dalam bentuk neraca keuangan , grafik  perkembangan yang dicapai dan sebagainya.&lt;br /&gt;Namun pada intinya bahwa apa yang dilaksanakan   maka itulah yang harus dipertanggung jawabkan tidak dikurangi atau dilebihkan, apa adanya. Apabila antara pelaksanaan kegiatan dilapangan dengan bukti – bukti pengeluaran dan pemasukan telah jelas dan dapat dipertanggung jawabkan keabsahannya, maka mereka patut mendapat nilai kinerja yang baik, dimana tentu untuk masa yang akan datang akan lebih baik ditingkatkan lagi dan seterusnya, dan dengan sendirinya kepercayaan itupun akan terus berlanjut sesuai aturan yang berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Bagi mereka yang kebetulan mendapat kepercayaan mengelola suatu kegiatan, baik pimpinan proyek, sekretaris, bendahara, anggota dan sebagainya,  maka ada saja kemungkinan mereka dalam melaksanakan amanat tersebut salah satunya melakukan penyimpangan-penyimpangan diakibatkan karena kurang pengetahuan, apakah dilakukan karena tidak mengetahui aturan atau karena mentalitas yang kerdil sehingga dilakukannya karena  faktor kesengajaan, maka  sudah barang tentu mereka akan menghadapi suatu institusi yang namaya lembaga Pemeriksa , yaitu suatu badan otonom yang mempunyai kewenangan memonitor sekaligus memeriksa tentang pelaksanaan kegiatan, apakah ada relevansi antara anggaran yang ada dengan pelaksanaan di lapangan, baik menyangkut pengeluaran, atau hal hal lain yang menyangkut  hak dan kewajiban  sebagai pelaksana kegiatan, maka itu semua harus dipertanggung jawabkan. Bila terjadi pengeluaran maka jelas pengeluaran itu ada kaitannya dengan kegiatan dan bila terjadi sisa dana maka tentunya hal itu harus dikembalikan ke kas instansi yang menjadi kewenangannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sebagai insan biasa maka wajar bila ada rasa takut manakala menghadapi yang namanya Pemeriksa, namun kenapa mesti takut ? kalau memang kita benar-benar tidak melakukan kesalahan ? tetapi apabila kita yakin itu kesalahan yang kita perbuat, maka kenapa mesti cuci tangan atau cari kambing hitam agar dapat lari dari kenyataan ? Jadilah diri kita sendiri yang berani karena benar dan takut karena salah. Memang manusia tempat salah dan dosa namun manusia yang baik adalah bukanlah manusia yang tak pernah melakukan kesalahan tetapi pada hakekatnya orang yang baik adalah mereka yang melakukan kesalahan lalu ia mau dengan ikhlas mengakui kesalahan serta mempertanggung jawabkan dihadapan hukum kemudian bertobat dengan sebenar-benarnya taubat kepada Allah SWT. Ada satu hal yang menjadi dilema yaitu apabila kesalahan dilakukan karena factor tidak tahu akan suatu aturan, dimana yang bersangkutan  sudah berusaha  maksimal untuk mengetahui aturan  tersebut , namun ada segelintir oknum diantara mereka yang telah mengetahui aturan tersebut malah menyembunyikan akan apa yang telah diketahuinya tersebut karena factor sentiment dan sebagainya, sehingga kawannya pun akhirnya terjerembab dalam suatu kesalahan yang seakan akan disengaja, sehingga timbul suatu kesan kenapa aturan sudah ada lalu dilanggar juga ? artinya yang tidak tahu sudah bertanya, tapi yang sudah tahu malah menyembunyikan dan mendiamkan atau membiarkan saudaranya yang tidak tahu tersebut terpelanting dlam jurang keaiban. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut di atas dapat saja terjadi dikarenakan kemungkinan  mereka mencari kesempatan dalam kesempitan, yang ujung-ujungnya adalah demi mendapatkan materi atau tercapainya ego pribadi yang selanjutnya  iapun tampil sebagai dewa penolong. Syukur kalau kehadiran sang dewa penolong ini berangkat dari niat yang ikhlash dalam rangka meluruskan kesalahan yang terjadi, tetapi lain halnya kalau semua dilakukan ada unsur rekayasa dan demi mendapatkan nama baik dan materi dengan jalan mencelakakan kawan sendiri. Inilah yang dinamakan menari di atas duka.&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;            Begitu pula bagi mereka yang mendapat wewenang tugas sebagai Badan Pengaudit, Nah mereka pun sama seperti yang lainnya sebagai manusia biasa dimana  kesalahan relative bisa saja terjadi pada siapa saja siapa pun orangnya Pejabatkah, staf atau pesuruh sekalipun, maka bukan tidak mungkin mereka pun  mendapat ujian  apakah mampu konsis dengan tugas  walaupun ada peluang untuk  melakukan hal yang tidak layak. Itulah sebabnya  dijelaskan dalam firman Allah SWT bahwa  : “ Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga dengan begitu saja ? tanpa di uji ? “. Nah boleh jadi suatu waktu Badan Pengaudit malah di periksa  atau bisa pula sang Polisi  menjadi terdakwa. Apa arti ini semua ? Itulah akibat karena kita ke luar dari aturan yang telah dibuat, atau dapat kita bayangkan apa yang akan terjadi bila kereta yang sedang meluncur  cepat lalu  tiba-tiba keluar dari relnya.&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;            Dalam suatu hadits Rasul  terakhir , Penutup para Nabi yaitu Muhammad SAW bersabda bahwa “ Iman seseorang itu akan selalu berubah, kadang meningkat dan kadang menurun “.  Yang menjadi pertanyaan  apa hubungan perbuatan manusia dengan nilai keimanan ini ? Bagaimana langkah yang harus ditempuh agar keimanan itu tetap stabil bahkan semakin meningkat ?. dan ternyata factor keimanan, lingkungan, pengetahuan serta kesadaran merupakan factor penyebab terjadinya pelanggaran yang dilakukan oleh seorang manusia. Dan semua pelanggaran itu terjadi karena satu hal yang telah ratusan tahun yang lalu telah diwanti-wanti oleh Rasulullah SAW bahwa ; ujian yang paling berat bagi umatku adalah  materi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Oleh karena itu apabila manusia yang hidupnya tanpa  nilai keimanan dan akhlaq  kepada Allah SWT maka bukan tidak musthil mereka dengan sengaja melakukan  kesalahan  atau lebih-lebih melakukan fitnah, rekayasa dan sebagainya  demi menjatuhkan kawan atau lawan yang menjadi saingannya, yang dalam istilah SMS  Senang Melihat keSusahan orang lain atau Senang Melihat kawan Susah dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sudah demikian keadaanya, maka inilah sebenarnya tanda kematian seorang manusia, Artinya manusia yang terdiri dari unsur jasmani dan rokhani maka ketika nilai rohaninya ( keimanannya ) tidak berfungsi maka ia diibaratkan telah mati hati , mati iman, dan bagai  robot berjalan , dimana ia akan menabrak sana menabrik sini, artinya tidak lagi mereka melihat aturan itu aturan ini, perintah itu larangan ini.&lt;br /&gt;Keadaan demikian tentunya tidak mungkin terjadi bagi mereka yang memegang Islam sebagai aturan yang melekat bukan  sebagai identitas formal atau symbol dan sebagaimanya.  Islam adalah agama yang murni diturunkan oleh Allah SWT untuk keselamatan manusia, agama yang dibawa oleh seorang yang ummi yang mendapat julukan “Al Amin“  yang bernama Muhammad SAW bin Abdullah bin Abdul Muthalib sebagai penutup dari para Nabi yang diutus oleh Allah SWT sejak dari nabi Adam AS. Islam merupakan agama yang diamantkan Allah SWT kepada Rasulullah SAW yang mengajarkan kedamamaian, kasih sayang, kejujuran, disiplin dan kerja keras dan Islam merupakan agama untuk umat seluruh dunia secara universal rahmatan lil alaminn yang memperhatikan dua dimensi kehidupan, masa kini, dan akan datang , lahir dan batin, dunia dan Akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali kepada  masalah tanggung jawab maka pengertian tanggung jawab dalam hal ini bahwa  seorang harus mempertanggung jawabkan kepercayaan yang telah diberikan kepadanya, baik yang menyangkut hak maupun kewajiban yang harus dipenuhinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa abad silam Allah SWT telah menjelaskan di dalam Kitab Al Quran. Manusia yang diciptakan oleh Allah SWT  dalam bentuk sebaik rupa dengan dilengkapi akal pikiran yang sempurna dibanding makhluk lainnya dengan dilengkapi akal pikiran  sehingga dapat membedakan mana yang baik dan mana yang salah. Firman Allah SWt dalam surat Al Ashr  :  “  Demi masa, Sesungguhnya manusia dalam merugi, Kecuali orang yang beriman dan  beramal sholeh, Dan saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran “     dan Surat Az Zazalah :  “ Barangsiapa yang beramal baik  maka ia  akan mendapatkan kebaikan itu dan begitupula sebaliknya bila mereka beramal jahat maka mereka akan mendapatkan kejahatan itu “.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dari firman Allah SWT diatas maka hal ini merupakan isyarat bahwa manusia sebagai makhluk Allah SWT  juga mempunyai tanggung jawab kepada Allah SWT sebagai Zat yang  mempercayakan makhluk  manusia tersebut sebagai khalifah di muka bumi.  &lt;br /&gt;Banyak sudah nikmat Allah SWt yang telah diberikan kepada manusia  dan hal itu merupakan asset ( modal ) yang diberikan oleh Allah SWT kepada manusia, baik asset yang nampak maupun yang tak nampak ( atau istilah dalam akunting asset bergerak dan tak bergerak ).&lt;br /&gt;Asset yang nampak  yaitu  Jasad kita,  raga kita,  badan kita  yang telah diciptakan oleh Allah SWT dalam bentuk rupa yang sangat sempurna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Allah SWT pun  melengkapi manusia dengan asset yang tidak nampak berupa akal  pikiran  yang telah diciptakan oleh Allah SWT sebagai pembeda mana perbuatan yang baik dan mana perbuatan yang buruk. Mana pergaulan yang baik mana pergaulan yang buruk, mana ketentuan / aturan Allah dan Rasulullah SAW dan mana ketentuan / aturan yang dibuat oleh manusia, dimana semua aturan yang dibuat oleh manusia harus mengacu  pada aturan  yang dibuat oleh Allah SWT antara lain  adanya keadilan, kejujuran, ketegasan, untuk umat  seluruh ala mini tanpa pilah pilih.  Itu semua akan dipertanyakan oleh Allah SWT dalam bentuk pertanggung jawaban atas asset yang telah Allah SWt berikan kepada para makhlukNya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupun peristiwa di alam dunia sekarang ini suatu hal yang sering kita temui dimana pada setiap akhir tahun, biasanya mereka yang telah mendapat amanah untuk melakasanakan proyek pekerjaan tertentu yang dipercayakan kepadanya selanjutnya  ia akan mengadakan tutup buku  yang terpampang dalam bentuk laporan keuangan  sebagai pertanggun jawaban yang dilengkapi berbagai bukti fisik yang sah  guna menguatkan laporan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah kembali kepada apa yang telah Allah SWT berikan kepada manusia yang berupa Asset dalam bentuk Jasad,  badan dan ruh kita, maka selamanya tidak ada suatupun yang Allah SWt ciptakan di muka bumi  dalam kesia-siaan, dan semua itu akan dipertanyakan oleh Allah SWT. Artinya manusia harus bertanggung jawab  atas nikmat yang Allah berikan kepadanya, baik yangmerupakan asset yang nampak oleh mata mapun yang tak nampak oleh penglihatan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini  Allah SWT berfirman dalam QS. Yasin (36) : ayat 65&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;65.  Pada hari Ini kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian  dalam surat lain Allah SWT berfirman  yaitu QS. An Nur (24) : 24-25&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24.  Pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.&lt;br /&gt;25.  Di hari itu, Allah akan memberi mereka balasan yag setimpal menurut semestinya, dan tahulah mereka bahwa Allah-lah yang benar, lagi yang menjelaskan (segala sesuatu menurut hakikat yang sebenarnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja manusia mau menggunakan akal pikiran nya yang sehat serta keimanan kepada Allah SWT secara sempurna,  maka tidak ada yang mustahil  terhadap suatu peristiwa yang terjadi di alam ini. Dan semua terjadi sesuai kodrat ketentuan Allah SWT yang tentunya harus diterima  dengan dua jalan pula yaitu secara akal dan secara keimanan ( aqli dan naqli )&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Oleh karena itu jangan heran seorang bisa masuk penjara karena suatu kesalahan, atau karena menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan, baik hal itu dilakukan secara sadar atau tidak sadar. Dan dalam surat Attin dikatakan oleh Allah SWT bahwa manusia yang telah diciptakan sebaik rupa dan sebagainya  maka mereka akan jatuh ke jurang kehinaan  yaitu apabila mereka tidak beriman kepada Allah SWT. dan beramal baik &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.  Kemudian kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka),&lt;br /&gt;6.  Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; Maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Memang dalam menjalani kehidupan ini sering pula kita saksikan yang mungkin saja terjadi hal hal yang masuk akal dan hal yang tidak masuk akal. Seorang akan berkata bahwa tidak masuk akal bahwa orang dipenjara  padahal tidak bersalah,  atau  seorang bebas berkeliaran  padahal seharusnya ia berada dalam penjara dan sebagainya. Atau tidak masuk akal kenapa kok orang yang rajin ibadah tetap miskin, tetapi orang yang tidak doyan ibadah tapi kehidupannya kaya selalu terpenuhi kehidupan duniawinya. Atau kita mungkin heran seorang yang alim jujur serta konsekwen dengan ajaran Agamanya malah senang berada dalam penjara daripada  dia harus bersikap munafik, fasik atau dari pada dia harus mengorbankan orang lain yang tak bersalah, sehingga dia berpendapat lebih baik berada di penjara dalam dunia dari pada di Akhirat mendapat murka Allah SWT. yang kepedihan siksaan-NYA sangat kekal yang  tiada tara bandingannya. Oleh karena itu bila  keyakinan iman telah menyatu dalam diri kita maka yang terjadi di dunia ini diyakininya bahwa semua terjadi atas kehendak Allah SWT, dimana manusia hanya berikhtiar dan berdoa secara mudawamah ( terus menerus  ) dengan senantiasa memelihara sikap tolong menolong dalam kebenaran dan taqwa kepada Allah SWT, dan semua dilakukan sampai manusia menemui ajalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Itulah sebabnya maka peran akal dan iman harus tetap bersinergi, saling mengisi satu sama lainnya, dimana keduanya  harus berjalan bersama , dan tidak dapat dipisahkan, sehingga apapun amanah yang kita emban dan sebagai  apapun jabatan kita, maka semua dapat kita laksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku. Mustahil ada nilai kebaikan dalam usaha yang dilakukan oleh manusia apabila dalam pelaksanaan usahanya tidak memperhatikan nilai akhlaq dan keimanan  kepada Allah SWT,  Oleh karena sebagai umat Islam  sudah semestinya menjadikan Al Qur’an dan Hadits sebagai payung Hukum yang menjadi sumber dari segala sumber Hukum Dunia dan Akhirat dalam berbagai aktifitas kehidupan sehari-hari, sehingga tercapailah apa yang didambakan oleh seorang yang mengakui  Al Qur’an sebagai pedoman hidupnya yaitu tercapainya keselamatan di dunia dan kebahagiaan di Akherat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                                                                Jakarta,    Mei 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                                                                Penulis,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.     Fauzi  A.GH&lt;br /&gt;021-92170496&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8447870983267784468-1295081385305209944?l=faizagh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://faizagh.blogspot.com/feeds/1295081385305209944/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://faizagh.blogspot.com/2008/08/arti-sebuah-pertanggung-jawaban.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8447870983267784468/posts/default/1295081385305209944'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8447870983267784468/posts/default/1295081385305209944'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://faizagh.blogspot.com/2008/08/arti-sebuah-pertanggung-jawaban.html' title='ARTI SEBUAH  PERTANGGUNG JAWABAN'/><author><name>Faiz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10239275980012617777</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Eueg6oBYUvk/SUrr4yy0a3I/AAAAAAAAABA/xByXREZwiNs/S220/Jaz,Muj,Fz.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8447870983267784468.post-1217861643502953607</id><published>2008-07-31T21:27:00.000-07:00</published><updated>2008-07-31T21:28:55.744-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: -27pt; text-align: center; line-height: 130%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Rounded MT Bold&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;AGAMA&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;DAN&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;SIKAP TOLERANSI&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;" lang="SV"&gt;J&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;udul tulisan ini mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita. Kata toleransi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pun sudah menjadi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terbiasa dalam setiap perbincangan kita baik di kalangan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;masyarakat umum , maupun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;para &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Cendekiawan&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;forum-forum Diskusi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Toleransi&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;dapatlah diartikan sebagai adanya saling pengertian, saling menghargai masing masing hak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;asasi individu seorang manusia serta adanya tenggang rasa untuk &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;mau menerima perbedaan dalam pandangan serta sikap social dalam kondisi cara hidup adat, dan agama yang berbeda pula. Toleransi dan Agama memang dua &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;hal yang tidak dapat dipisahkan namun harus diperjelas dalam batasan mana hal ini di implementasikan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dalam kehidupan sehari-hari.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Untuk itu kata toleransi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;harus dipahami secara benar dan proporsional dalam hidup berbangsa dan bernegara di tengah masyarakat yang majemuk ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Fungsi agama bagi manusia &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Berbicara mengenai agama&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;atau kepercayaan, maka hal ini merupakan bagian yang sangat penting dalam kehidupan seorang manusia yang diciptakan oleh Allah SWT,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan dengan adanya agama atau dengan diturunkan agama bagi umat manusia, maka diharapkan agar kehidupan manusia berjalan sesuai dengan rel atau aturan yang berlaku yang dibuat oleh Allah SWT. Agama berfungsi sebagai pedoman sekaligus filter kehidupan yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;seharusnya menjadi kebutuhan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sehari hari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dalam setiap gerak napas kehidupan manusia .&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Dengan adanya agama maka disana diajarkan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;bermacam bentuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;perbuatan kebaikan yang diperintahkan oleh sang pencipta alam yaitu Allah SWT untuk dilaksanakan oleh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sang makhluq, sekaligus pula dijelaskan bermacam bentuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;perbuatan yang dilarang untuk ditinggalkan dan dijauhi oleh sang makhluk. Allah SWT pun telah melengkapi penciptaan manusia dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;akal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sebagai pembeda dari makhluk lainnya. Untuk itulah tinggal bagaimana manusia mempergunakan akalnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;untuk dapat membedakan lalu memilih mana perbuatan yang baik dan mana yang buruk.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Agama yang diturunkan oleh Allah SWT , adalah semata-mata demi kebaikan umat manusia, bukan untuk kepentingan dan kebutuhan Allah SWT.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Oleh karena itu sekali lagi semua tergantung kepada manusianya,bagaimana sikap dan perilaku manusia itu dalam menjalani kehidupannya. Apakah manusia tersebut mau menjadikan agama sebagai filter dalam perilaku bagi kehidupannya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di alam dunia ini telah sesuai dengan apa yang telah diajarkan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dalam agama yang berfungsi sebagai pedoman atau kompas yang menunjuki &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;arah kemana dan bagaimana manusia dalam menjalani kehidupan ini. Atau sebaliknya dalam menjalani kehidupan itu manusia malah menyimpang dari nilai-nilai agama itu sendiri. Namun semua itu akan berpulang kepada manusia itu sendiri. Firman Allah SWT :&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;“ Barang siapa beramal baik, maka dia akan menerima balasannya, dan barang siapa beramal buruk,maka dia akan menerima balasannya “. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Manusia yang konsekwen terhadap ajaran agamanya maka dipastikan ia akan tidak akan kesasar dalam menempuh hidup ini, tidak salah arah, tidak salah jalan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Ibarat seorang yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;melakukan suatu perjalanan jauh, maka sudah pasti &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dia telah memiliki &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;yaitu petunjuk arah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;atau alamat yang akan menyampaikannya ke tempat tujuan disamping &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;yaitu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bekal yang harus dibawanya &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dalam perjalanan itu,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Itulah sebabnya mereka menjadikan agama sebagai kebutuhan dalam hidupnya &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;sama seperti &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;pemenuhan kebutuhannya akan makan minum dalam kehidupannya bahkan lebih dari pada itu mereka &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dengan rela dan ikhlas menahan lapar dan haus demi satu hal yang sangat penting dan berarti dalam hidupnya yaitu demi mempertahankan demi mempertahankan ajaran agamanya, dan demi tidak melanggar agamanya, sehingga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;setiap episode kehidupannya diusahakan tidak keluar dari rel / jalur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang telah digariskan oleh sang Pencipta Allah SWT.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sebagai contoh kecil mungkin seorang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;gadis akan mempertahankan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kehormatannya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terhadap sang pacar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sebelum&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dilaksanakannya nikah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di depan penghulu,&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;atau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;seorang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Guru&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;akan berusaha adil dalam memberikan nilai kepada para muridnya &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;secara obyektif tanpa melihat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;siapa muridnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;anaknya atau bukan, orang kaya atau miskin. Dalam kedua contoh tersebut &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;kita dapat mengambil kesimpulan bahwa betapa peranan nilai agama menjadi filter dari prilaku seseorang dalam mengambil sikap&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dalam hidup ini. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Sebagai seorang muslim yang beriman kepada Allhah SWT, dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara maka mereka tentu memmpunyai komtmen terhadap ajaran Islam itu sendiri&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;antara lain :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Tidak menjadikan agama sebagai lipstick, dalam artian dipakai manakala dibutuhkan atau dipergunakan pada saat tertentu saja, dan agama dilepaskan manakala kepentingan pribadinya terganggu, kebebasan hawa nafsunya terhalangi, sikap egonya tidak tersalurkan sehingga fungsi agama tidak berferan dalam konteks yang menyeluruh, total&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;(kaffah) .&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Itulah sebabnya Allah SWT telah berfirman :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 3pt;"&gt;“ Masuklah kedalam agama ( Islam )&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;secara kaffah( menyeluruh) “. ( QS.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;……&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;)&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;Artinya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;agama yang kita anut, hendaknya dijadikan sebagai pedoman hidup secara total menyeluruh untuk setiap segi kehidupan kita pada lintasan profesi manusia sebagai apapun perannya dalam kehidupannya. Sebagai pemimpinkah atau sebagai rakyat atau Sebagai Pejabat atau bawahan , Sebagai Guru atau seorang murid, seorang dosen atau seorang mahasiswa,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;atau &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;seorang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ayah, Ibu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;atau anak didalam suatu keluarga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang secara otomatis sebagai anggota masyarakat dalam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lingkungannya dimana ia menetap dan tinggal.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kalau setiap indipidu masyarakat sudah menjadi agama sebagai kebutuhan , pedoman, filter dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;cermin, maka segala permasalahan dalam hidup ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dapat diselesaikan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan baik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Adanya keyakinan bahwa Allah SWT&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;telah mengutus para Rasul Nya dengan membawa agama&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sebagai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;aturan hidup&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang berlaku menurut episode yang telah ditentukan dan sedikitpun tidak boleh ada perubahan dalam aturan yang dibuat oleh Allah SWT&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sehingga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tidak ada presepsi dan pendapat manusia yang bercampur dalam ajaran kitab suci&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang diturunkan oleh Allah SWT.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Islam dalam hal ini berkeyakinan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bahwa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Rasulullah Muhammad SAW sebagai Nabi terakhir, tidak ada lagi Nabi selain beliau, dan agama yang beliau bawa pun sebagai agama yang terakhir dan berlaku untuk seluruh umat manusia&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di alam ini. &lt;span style="" lang="SV"&gt;Firman Allah SWT : “ Sesungguhnya agama yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;diterima oleh Allah SWT adalah agama Islam “. Jadi jelas kalau sudah dinamakan Islam maka sudah pasti Rasulnya adalah Muhammad SAW.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Oleh karena itu berkenaan dengan berita yang masih hangat baru-baru ini bahwa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ada sebagian umat yang mengaku beragama Islam namun masih saja bernabi kepada selain Nabi Muhammad SAW.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hal ini tentu tidak ada toleransi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terhadap maslah tersebut. Tidak mungkin&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;suatu perusahaan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengeluarkan produk yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tidak sesuai dengan visi dan misi perusahaan. Boleh saja produk berbeda tetapi semua sesuai kode etik yang berlaku pada perusahaan itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Begitu pula tidak mungkin ada nama agama yang disebut Islam namun mempunyai nabi yang berbeda.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;b&gt;Islam adalah agama yang satu dan tidak ada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Islam ini Islam itu dan nabinya pun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;satu yaitu Nabi Muhammad SAW. Bukan si anu atau nabi itu.&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Allah SWT&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menjanjikan kepada sekelompok manusia atau masyarakat akan suatu kehidupan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;b&gt;aman, nyaman, damai tentram&lt;/b&gt; dan terbukanya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pintu-pintu keberkahan yang penuh dengan ampunan dan ridho Allah SWT yaitu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jika manusia &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mau mengikuti aturan dan ajaran Nya sebagaimana dinyatakan dalam firman-Nya : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“ Jika&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;didalam suatu penduduk (masyarakat)&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dalam kehidupan senantiasa beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, maka Allah SWT membukakan baginya pintu keberkahan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang datang dari langit maupun dari bumi “.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dalam hal ini jelas bahwa &lt;b&gt;ada suatu prasyarat yang harus dipenuhi oleh umat manusia yang menginginkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kehidupan aman dan tentram , damai dan sejahtera&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan semua tidak dapat diperoleh dengan cara yang Cuma-Cuma dan gratis, tetapi semua itu harus dicapai dengan suatu usaha/ikhtiar dan sekaligus&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pengorbanan, dari manusia itu sendiri.&lt;/b&gt; Artinya apa yang kita inginkan tidak datang sendiri namun ada usaha dari manusia dan teknis maupun caranya tentunya telah Allah SWT jelaskan dalam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kitab&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Al Qur’anul Karim&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang diperjelas dari &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Contoh teladan Rasulullah Muhammad SAW sebagai Nabi terakhir serta dari kisah-kisah para sahabatnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Khulkafaur Rasyidin. Hal ini berlaku kekal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sepanjang kehidupan manusia. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;OLeh karena itu pemhaman dalam beragama Islam yang benar dan utuh serta tidak sepotong-sepotong akan memberikan suatu pengertian yang utuh pula. Artinya suatu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;karya tulis akan bernilai baik apabila cara penyajian nya sesuai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kaidah penulisan yang benar &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;serta referensi yang lengkap dari buku sumbernya, tidak setengah setengah dan tidak pula sepotong-sepotong.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sikap toleransi sebagai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;warga masyarakat antar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pemeluk agama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Sebagai warga , masyarakat dan juga bangsa &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;, kita memang berangkat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari keberagaman, baik keberagaman suku, bahasa dan tentunya agama. Perbedaan Agama&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;dalam suatu masyarakat terkadang menimbulkkan ketegangan – ketegangan,&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;dis communication dan sebagainya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hal ini terjadi karena ketidaktahuan masyarakat pemeluk agama&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tertentu&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;dalam arti tidak memahami agama secara&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;benar, bahkan belum meresap dalam hati dan jiwa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sehingga agama yang dianutnya tidak menimbulkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan tidak mencerminkan perbuatan-perbuatan mulia. Agama dalam diri manusia tersebut masih dikalahkan oleh nafsu dan dalam dirinya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Setiap segi kehidupan manusia di dunia apabila dijalani dengan cara dan tuntunan agama&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berarti&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;perjalanannya di dunia&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ibarat dengan membawa pelita penerang sehingga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jalan yang ditempuhnya tidak akan kesasar dan pada akhirnya sampai kepada tujuan yang sebenarnya yaitu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;keselamatan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dalam mengarungi kekhidupan yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kekal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang PASTI ADANYA ( Akhirat ). &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Itulah keyakinan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;diyakini oleh orang yang mengakui&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sebagai umat beragama. Dalam ajaran Islam sendiri dijelaskan bahwa : “ Dari carilah apa yang yang nanti akan menjadi bekal untuk kehidupan akhirat namun jangan kamu lupa akan nasuib kehidup[an mu di dunia “ . dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di ayat lain&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;disebutkan bahwa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;: “ Tidak ada sedikitpun suatu perbuatan dan tingkah laku manusia&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang tidak terlepas atau bahkan terlewat dari catatan sang penciptra alam ini yaitu Allah SWT&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;“. Dan inilah suatu keimanan yang diyakini oleh umat Islam.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Islam adalah agama masa depan, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;agama damai. Oleh karena itu umat Islam umat yang percaya diri, punya harapan tidak membuat&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;atau mencari masalah tetapi justru islam datang untuk menyelesaikan berbagai masalah, apakah itu masalah pribadi, keluarga bahkan kepada masalah yang menyangkut hubungan masyarakat dalam pergaulan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Di Negeri kita tercinta&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang menerapkan system demokrasi ini &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;rakyat dan warganya bersifat majemuk ( plural ) bermcam agama yang dianut, maka hal ini ada kemungkinan terjadi benturan benturan kecil&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang terjadi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Oleh karena sebagai masyarakat yang berbudaya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sudah barang tentu masing-masing sadar akan keberadaannya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan tentu pula mengetahui batasan – batasan yang tak boleh disentuhnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sebagai muslimkah kah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;atau sebagai non muslimkah kita maka, sebagaimana tercantum dalam UUD 1945 pasal 29 dijelaskan bahwa semua warga masyarakat mempunyai hak yang sama dalam menjalankan ajaran agamanya maing-masing, bukan menjalankan bagian dari ritual agamanya dengan mengajak penganut agama lain untuk melaksanakannya bersama-sama.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dan tidak bisa&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;dipungkiri bahwa masing pemeluk agama menganggap ajaran agamanya lah yang paling benar dan agama lain salah. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Silahkan kepercayaan lain berargumen dengan kebenaran agamanya untuk umatnya sendiri dan agama Islam pun berargumen tentang kebenaran untuk umatnya sendiri. Islam sendiri mempunyai statement kebenaran Islam itu sebagaimana tercantum dalam Al Qur’an :&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;“&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sesungguhnya agama yang diterima di sisi Allah SWT&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;adalah hanya agama Islam “&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan umat Islam menyadari ini dan meyakini ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sampai menemui ajal kematian.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Sebagaimana tercantum dalam firman Allah SWT : “ Janganlah kamu hai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;umat manusia&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mati&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kecuali&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;telah beragama Islam “.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Bagaimana sikap umat Islam terhadap agama lain&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tentang kebenaran Islam ini ? apakah ada keinginan umat Islam mengajak umat manusia untuk masuk Islam ?&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;jawabannya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;adalah sudah pasti ada.&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;dan bagaimana dengan agama lain&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;apakah juga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ada keinginan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengajak umat manusia untuk masuk agamanya ?&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;jawabannya pun sudah pasti ada.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Nah disini tentu kembali kepada strateginya masing-masing , artinya dengan cara apa kita berbuat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;agar orang tertarik&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan apa yang kita bawa , apa yang kita promosikan. Dan secara logika&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bahwa barang yang mahal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan mulia&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tidak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan cara murahan dalam memperkenalkan barangnya atau dalam memperomosikan barangnya, sudah pasti dilakukan dengan cara yang ramah, santun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan tidak ada intrik jebakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang diarahkan kepada suatu penipuan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Begitupun akan agama yang kita anut, maka kita tentu kembali kembali ajaran agama yang kita peluk masing-masing, artinya ketika kita sudah mengakui agama kita agama yang paling benar maka sejauh mana kebenaran agama yang kita akui itu untuk kita jadikan petunjuk kehidupan sehingga menjadi pedoman bagi tingklah laku kita dalam kehidupan sehari-hari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang tentunya tidak terlepas dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;petunjuk dan aturan yang termuat dalam agama itu , sehingga agama yang kita anut bukan hanya sebagai identitas atau sekedar alat untuk mencapai kedudukan, jabatan atau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;agar kita jadikan sebagai alat untuk melakukan penipuan demi mendapatkan kenikmatan dunia.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Oleh karena kalau umat Islam melakukan politik dengan dasar etika Islam hal ini berarti kita mulai menyadari apa yang dinamakan keutuhan ajaran Islam itu sendiri diaman aturan Islam berlaku dimana-mana baik dalam bisnis, rumah tangga, sosial maupun kehidupan berpolitik.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bukan sebaliknya Islam dijadikan alat politik, baik dengan cara mengkaburkan nilai nilai esensi Islam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan sebagainya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Islam sendiri dalam mengembangkan ajarannya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;senantiasa dilakukan&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;diajarkan agar dilakukan dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;penuh santun, nasihat nasihat yang baik,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bila da kesalah pengertian maka hala itu diselesaikan dengan cara dialog&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang santun pula&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan tidak meninggalkan cara berfikir akal yang sehat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;serta alas an logika yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mempunyai nilai moral yang dapat dipertanggung jawabkan. Hadits Rasulullah SAW : “ Ajaklah kepada jalan Tuhan Mu ( Allah SWT )&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan nasihat yang baik , dan berargumentasilah dengan cara yang baik&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;“.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Di negeri Republik tercinta ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tentunya terjadi apa yang dinamakan interaksi komunikasi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan kehidupan yang penuh dengan nilai-nilai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang sangat positif seperti&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;adanya musyawarah, mufakat, nuansa demokrasi &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dan sebagainya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Negeri kita yang tentunya mayoritas muslim sudah barang tentu terjadi suatu hubungan – hubungan interaksi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tersebut&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dalam hidup bergaul bermasyarakat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;satu sama lainnya baik sesame &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;muslim maupun terhadap mereka yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;beragama non muslim. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dalam kontekls sebagai warga Negara maka dalam menjalani kehidupan bermasyarakat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;baik sebagai muslim maupun non muslim&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;diterapkan kebiasaan untuk saling bekerja sama dalam hal hal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang bersifat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;aktifitas social, ekonomi seni dan budaya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Artinya di negeri yang subur makmur ini seluruh masyarakat yang ada diberikan kesempatan untuk berbuat dan berkarya &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dan bekerja sama&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;untuk mencapai kemajuan dan nama baik bangsa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan negara.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Namun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dalam pelaksanaan ritual ajaran agama, maka&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;masing masing tentu sudah menpunyai batasan batasan yang sangat sensitive untuk dapat dihormat dihargai. Artinya seluruh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;masyarakat silahkan berlomba berbuat baik demi kehormatan bangsa dan Negara. Tetapi satu hal tidak berlaku yaitu dalam wilayah keyakinan dan keimanan bagi masing masing pemeluk agama.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dalam Al Qur’an&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan jelas dinyatakan : “ Bagimu urusan agamamu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan bagi ku uruan agama ku “&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Artinya dalam hal ritual ajaran agama , maka masing masing pemeluk agama silahkan menjalankan ritual agamanya masing-masing.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Berbeda dengan aktifitas social lain yang bersifat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;seni , atau bertukar budaya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bahkan dalam suatu acara ditampilkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jadi satu dalam suatu pentas. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Inilah yang harus menjadi perhatian kita bahwa, Agama dalam pelaksanaannya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;harus dilakukan pada tempat tertentu dan aturan yang tertentu pula secara khusus. Tetapi ajaran dan nilai-nilai ajaran agama itu harus ada dimana – mana&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di setiap segi dan sudut gerak kehidupan kita.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Janganlah dengan alasan totelansi maka nilai – nilai kesucian agama&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terabaikan bahkan mungkin terinjak-injak tanpa disadari karena mungkin kebodohan kita sendiri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sebagai contoh dalam suatu acara yang dihadiri&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berbagai pemeluk &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;agama maka apabila doa yang dipimpin&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;oleh&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;umat Islam ,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;maka ada satu kalimat yang terucapkan yaitu : bagi yang beragama selain islam silahkan berdoa sesuai ajaran dan keyakinan masing-masing. &lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Artinya &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;berangkat dan star boleh saja bareng&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan bersama –sama&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tetapi tujuan akhirnya tentu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berbeda. &lt;/span&gt;Kenapa ?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;karena alamat yang berbeda , jalur yang ditempuh juga bebeda maka tidak muingkin akan mencapai satu tujuan yang sama.&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Secara logika kiranya dapat direnungkan,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sebagai contoh beberapa orang memegang tiket kereta yang logo dan tujuan yang sama, namun beberapa tiket sudah kadaluarsa, apakah sama perlakuan petugas&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terhadap mereka , maka tentu saja tidak sama. &lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kita yakin pemegang karcis kadaluarsa akan berebenturan dengan petugas dan dianggap sebagai penipuan sehingga mendapat proses secara hukum.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Begitupula&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ada satu agama yang sama,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;namun dalam satu keyakinan yang merupakan prinsip di dalamnya berbeda,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;apakah hal ini memberikan kenyamanan ?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ketenangan ? kekhusyuan ?. kita yakin hal ini menjadi suatu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hal yang mesti dibenahi dan diluruskan dikoreksi dsb.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Inilah keyakinan umat Islam yang tentu ajaran lain tidak bisa &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;menyalahkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;statmen ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ketika umat Islam berbaur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan umat beragama lain baik dalam kondisi minoritas maupun mayoritas, maka Islam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menerapkan hokum yang berlaku atas perbuatan yang dipandang secara umum tidak baik, seperti pencurian, perampokan pemerkosaan, penipuan dsb dan umat Islam tentu tampil untuk mencegahnya, sesuai kemampuannya dan kewenangannya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Namun dalam hal agama maka umat Islam tidak boleh memaksakan penganut agama lain memasuki ked dalam agama Islam, sebab Islam adalah agama petunjuk, agama kesadaran. Bukan paksaan. KECUALI bagi pemeluknya maka sudah pasti mereka terkena hokum yang berlaku secara intern sebagai pemeluk Islam. Artinya ketika mereka mengaku Islam lalu tidak shalat, tidak pusa tidak zakat, tidak haji padahal telah mampu. Maka mereka tentu kena&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hokum yaitu berdosa, dan dialah sendiri secara individu bertanggung jawab dihadapan Allah SWT kelak.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kembali kepada masalah toleransi dalam beragama , maka jealasnya bahwa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;agama lainpun tidak boleh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;membujuk penganut agama lain untuk masuk ke dalam ajrannya dengan trik dan tipu dayanya. Dan masuk kepada suatu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;agama itu merupakan kesadaran. Bukan bujukan bukan pula paksaan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Demi toleransi maka Umat Islam tidak perlu mengajak tahlilan atau mengucapkan Minal Aidin Wal Faizin &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;pada umat beragama lain. Begitu pula umat lain tidak perlu mengundang acara agama nya kepada umat Islam. Silahkan masing-masing mendekatkan diri pada Tuhannya masing-masing.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Mari berlomba-lomba dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara. dan masing masing pemeluk agama yang beragama ini silahkan berlomba menjalankan ajaran agamanya masing-masing&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bersama jamaahnya masing masing untuk mencari keridhoaan Tuhannya masingmasing. &lt;span style="" lang="SV"&gt;Memang kita punya cara dan etika masing masing dalam mendekatkan diri kita pada Tuhan kita masing – masing. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Namun perlu digaris bawahi bahwa demi toleransi maka jangan lah agama lain&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengaku menganut agama yang sama,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;namun prinsipnya jelas-jelas berbeda.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Oleh karena itu mari tumbuh suburkan sikap toleransi yang sebenarnya yaitu saling menghargai dan menghormati dalam arti tidak ambil campur apalagi mencampur aduk ajaran agama &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;( ISLAM).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Mari kita segarkan kembali satu slogan yang cukup singkat namun bermakna sangat dalam, demi keutuhan dan persatuan kita sebagai bangsa Indonesia, kesatuan dan keutuhan kita sebagai umat yang satu yaitu umat Islam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;” Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh ”,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;khususnya disini&lt;b&gt; ” Bersatu dalam aqidah ” &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;semoga menjadi kenyataan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Amin ya robbal alamin&lt;b&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Semoga kita menjadi bangsa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berbudaya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang dijiiwai nilai iman dan taqwa demi tercapainya &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;negeri yang subur , aman dan makmur, gemah ripah loh jinawi, sebagaimana yang sering kita dengungkan dan kita dambakan bersama. &lt;/span&gt;Amin. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;                                                                                    &lt;/span&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;,&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;Juni &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;2008&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;                                                                                    &lt;/span&gt;A. Fauzi AGH.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;                                                                                    &lt;/span&gt;021-92170496&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8447870983267784468-1217861643502953607?l=faizagh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://faizagh.blogspot.com/feeds/1217861643502953607/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://faizagh.blogspot.com/2008/07/agama-dan-sikap-toleransi-j-udul.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8447870983267784468/posts/default/1217861643502953607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8447870983267784468/posts/default/1217861643502953607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://faizagh.blogspot.com/2008/07/agama-dan-sikap-toleransi-j-udul.html' title=''/><author><name>Faiz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10239275980012617777</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Eueg6oBYUvk/SUrr4yy0a3I/AAAAAAAAABA/xByXREZwiNs/S220/Jaz,Muj,Fz.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8447870983267784468.post-8063447638759661683</id><published>2008-07-31T03:46:00.000-07:00</published><updated>2008-07-31T03:49:39.265-07:00</updated><title type='text'>TULISKAN  DAN KATAKAN</title><content type='html'>&lt;table id="HB_Mail_Container" height="100%" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%" border="0" unselectable="on"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr height="100%" unselectable="on" width="100%"&gt;&lt;td id="HB_Focus_Element" valign="top" width="100%" background="" height="250" unselectable="off"&gt;TULISKAN  DAN KATAKAN&lt;br /&gt;Oleh : A. Fauzi A.GH.&lt;br /&gt;Saudaraku……………………..&lt;br /&gt;Katakan… sekali lagi  katakan ...............&lt;br /&gt;apa yang yang kau rasakan&lt;br /&gt;Jangan kau simpan ...........&lt;br /&gt;atau kau pendam ..........&lt;br /&gt;Agar ia keluar dari samudra hatimu&lt;br /&gt;Nan luas dan  dalam .................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuliskan.... sekali lagi tuliskan..............&lt;br /&gt;Dengan tintamu yang hitam pekat&lt;br /&gt;Sampai isi tinta itu kering, habis dan lenyap&lt;br /&gt;Agar tiada lagi beban rasa yang menyelinap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buang segala keraguan .................&lt;br /&gt;Tumbuhkan keyakinan ....................&lt;br /&gt;Bahwa ke depan kita bukan lah sampah-sampah&lt;br /&gt;Yang berserakan , terinjak injak dan terbuang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan .....ke depan kita bukanlah generasi&lt;br /&gt;Yang berhandai-handai&lt;br /&gt;Menanti....,  mengharap  ....,&lt;br /&gt;Turunnya hujan di musin kemarau&lt;br /&gt;Tanpa kepastian, tanpa cita–cita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuliskan ...!,  dan  Katakan ......!   Namun, sadarlah ..........&lt;br /&gt;Dialah Alloh, Yang maha mengetahui&lt;br /&gt;Apa yang kita rahasiakan ...........&lt;br /&gt;Dalam hati yang terdalam&lt;br /&gt;Meski serapat apapun tersimpan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seumpama bangkai bangkai yang terbungkus rapi..&lt;br /&gt;Suatu saat kan terbuka,  tercium, terbongkar  jua ...........&lt;br /&gt;Dan kamu kan tahu ........................&lt;br /&gt;Semua, dan kita  akan tahu .............&lt;br /&gt;Siapa diri kita sebenarnya................&lt;br /&gt;Tiada guna lagi peran dari sandiwara ...sandiwara&lt;br /&gt;Yang kita mainkan .......yang kita perankan .......&lt;br /&gt;Dan kita sebenarnya adalah pemeran sandiwara itu&lt;br /&gt;Dia lah sang Sutradara  ..............&lt;br /&gt;Pengatur alur cerita yang kita mainkan&lt;br /&gt;Dari detik detik kehidupan yang kita lalui .....&lt;br /&gt;Allohu Akbar,  Allohu Robbi........&lt;br /&gt;Anta maqsudi.. waridhooka mathluubi.................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku .........................&lt;br /&gt;Jadikan lah apa yang kita tulis ..........&lt;br /&gt;apa yang kita katakan .......................&lt;br /&gt;Merupakan butiran – butiran mutiara&lt;br /&gt;Butiran butiran berlian  bercahya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun jangan .......  sekali lagi jangan .......&lt;br /&gt;apa yang kita tulis  .................&lt;br /&gt;apa yang kita katakan  ................&lt;br /&gt;Merupakan sayatan sembilu&lt;br /&gt;Yang melukai hati , melemahkan dan &lt;br /&gt;menghancurkan semangat  perjuangan . ..........&lt;br /&gt;Lalu Jadikan apa yang kita tulis&lt;br /&gt;apa yang kita katakan ................&lt;br /&gt;Merupakan pembangkit motivasi, &lt;br /&gt;Menggapai Harapan .......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadikan lah apa yang kita tulis&lt;br /&gt;apa yang kita katakan  ................&lt;br /&gt;Merupakan tanda kesyukuran , bukti ketundukan&lt;br /&gt;ketaatan  pada kebesaran Tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadikan pula  apa yang kita tulis&lt;br /&gt;apa yang kita katakan  ................&lt;br /&gt;Merupakan Penyesalan akan dosa dosa dan noda&lt;br /&gt;Yang pernah kita lumurkan &lt;br /&gt;Pada diri kita .................&lt;br /&gt;saudara, keluarga  ....................&lt;br /&gt;bahkan pada bangsa dan negeri tercinta .....&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Apa yang telah kita lakukan pada diri kita ?&lt;br /&gt;Sebagai makhluk Allah, lalu .............sudahkah kita kenal diri kita ?&lt;br /&gt;Apakah  adanya  kita di alam ini dengan sendirinya tanpa ada yang menciptakan ?&lt;br /&gt;Lalu Sudah kah kita syukuri  semua nikmatnya, syukur dalam ucapan? Atau Perbuatan yang diridhoiNYa ?&lt;br /&gt;Sudahkan kita luruskan niat, bersihkan hati  ?&lt;br /&gt;Bukankah amal kita selama ini hanya sekedar memuaskan kebutuhan tubuh jasmani, sekedar mempercantik diri, &lt;br /&gt;atau sekedar  mengenyangkan perut memuaskan birahi liar  seenaknya tanpa aturan, tak ubahnya bagai seekor binatang?&lt;br /&gt;sementara ......... hati ini semakin gelap, rapuh,  iman pun lemah, goyah dan jiwa pun terbelenggu ......................................................&lt;br /&gt;terbelenggu oleh tipuan kenikmatan dunia yang sesaat&lt;br /&gt;yang sebentar lagi akan kita tinggalkan, untuk selamanya ....&lt;br /&gt;Apa yang mampu kita perbuat saat sang ruh berpisah dari badan ?&lt;br /&gt;Lalu apa yang kita bawa disaat sang ruh menghadap Alloh ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa tersadari terkadang kita terlampau  senang dan lupa&lt;br /&gt;disaat saat  nikmati lezatnya hidangan .................&lt;br /&gt;sementara di seberang sana,   disudut  desa, atau di emperan toko, di ujung jalan&lt;br /&gt;Kita lupakan mereka  menahan sakit, memegangi perutnya yang semakin lemas menahan rasa lapar............. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku .................................&lt;br /&gt;Masih adakah rasa kepedulian pada saudara kita yang lemah, miskin dan papa  ? &lt;br /&gt;Jangan biarkan mereka lapar...................&lt;br /&gt;Jangan biarkan mereka sakit .................&lt;br /&gt;Jangan biarkan mereka miskin ...............&lt;br /&gt;Miskin ilmu,  miskin  iman dan aqidah serta ....&lt;br /&gt;keyakinan pada Allooh.............................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang telah kita lakukan pada saudara saudara  kita ?&lt;br /&gt;Sebagai muslim,  lalu ..........sudahkah kita perlakukan saudara kita seperti  kita melakukan pada diri sendiri ?&lt;br /&gt;Lalu pernahkah kita menceritakan keburukannya, keaibannya lalu kita beberkan pada setiap orang ?&lt;br /&gt;Pernahkan terdengar kisah tentang orang orang yang memakan bangkai dengan begitu lahapnya  lahapnya ?&lt;br /&gt;Itulah umpama orang orang yang menceritakan aib saudaranya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata Persaudaraan kita selama ini hanya sekedar sekulit bawang, persaudaraan yang belum atas dasar iman , sependeritaan,  sepenanggungan,&lt;br /&gt;Persaudaraan yang  hanya sebatas bisnis, materi dan kenikmatan dunia semata,  &lt;br /&gt;Lalu sudahkah terpupuk rasa cinta dan persaudaraan kita karena Alloh ? &lt;br /&gt;Bahagia, derita suka dan duka, pahit manis kehidupan&lt;br /&gt;Terasakan bersama  dilalui bersama&lt;br /&gt;Bersatu, berdiri kokoh, bagai tiang tiang  bangunan terpancang&lt;br /&gt;Dan saling menguatkan ..................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah persaudaraan yang terikat dan terbalut oleh nilai nilai keimanan  pada Allah yag maha Rahman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa yang telah kita lakukan pada keluarga kita ?&lt;br /&gt;Sebagai pemimpin keluarga , lalu .......sudahkah kita kenalkan anak-anak pada Khaliqnya ?&lt;br /&gt;Sudahkah kita tuntun mereka ke jalan yang lurus ?&lt;br /&gt;Sudahkah kita contohkan mereka akan akhlaq  luhur ?&lt;br /&gt;Sudahkah kita selamatkan mereka dari murka Allah ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku.........................&lt;br /&gt;Selamatkan dan jagalah mereka dari sentuhan panasnya api neraka .!&lt;br /&gt;Tak sadarkan bahwa selama ini  kita  membiarkan anak-anak kita, terjerembab, terjungkal lalu jatuh ................&lt;br /&gt;Nampak istri dan anak anak kita keluar rumah dengan bebasnya , lalu kita banggakan ketampanan, kecantikan mereka tanpa  tertutup aurat,  sementara ..... mata mata liar di sekelilingnya memandangi dengan bebasnya,  .... membuat bangkitnya angan-angan yang tak pernah kita tahu,  suatu saat menjadi bumerang dan bom waktu yang siap meledak ....................&lt;br /&gt;Lalu menghancurkan masa depan &lt;br /&gt;Dan meracuni Generasi muda bangsa ini &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan apa yang telah kita lakukan pada bangsa kita ?&lt;br /&gt;Sebagai pemimpin umat, pemimpn masyarakat atau bangsa , lalu ..............sudahkah kita lindungi bangsa ini  ?&lt;br /&gt;Sudahkah kita penuhi janji janji kita pada mereka, yang kita ucapkan sebelum mereka mempercayakan kita duduk di kursi kebanggaan ?&lt;br /&gt;Sudahkah kita bimbing mereka menjadi bangsa yang cerdas dan ber akhlaq yang mulia ? atau kita justru membodohi  mereka ?&lt;br /&gt;Sudahkah kita selamat kan pendidikan mereka ? atau justru kita semakin kikir terhadap harta kita ?&lt;br /&gt;Tak sadarkan bahwa selama ini  kita  biarkan umat dalam kemiskinan, kebodohan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara kita biarkan mereka  menikmati hidangan yang meracuni kehidupannya, dengan tayangan tayangan yang tak pantas dilihat oleh mata   ...............&lt;br /&gt;Dan  kepribadian bangsa yang terkenal  ramah santun itu kini pun  mulai tercoreng ............. dan semakin hilang..............&lt;br /&gt;Terkikiskah oleh maraknya budaya luar yang deras mengalir , tanpa bendungan  dan maraknya tindak kriminal serta prilaku amoral&lt;br /&gt;lalu mereka pun membawa badan tak tahu arah, berjalan bersama  keterlenaan, ketidakpastian nasib dan masa depan&lt;br /&gt;sementara mereka tak sadar jurang  menganga  siap menelan ..... ................................&lt;br /&gt;Saudaraku jangan biarkan mereka hancur.....&lt;br /&gt;Kita tidak tahu mungkin dari mereka , dari anak anak dan cucu mereka , ada  sepercik harapan, ada sebutir mutiara tersimpan&lt;br /&gt;Sebagai Generasi yang jujur, adil berbudi luhur&lt;br /&gt;Yang siap mengharumkan nama bangsa negeri tercinta ini&lt;br /&gt;di masa depan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara ku  ............................&lt;br /&gt;Tuliskan ..................  Katakan  ................&lt;br /&gt;Entah dihari siang atau tengah malam&lt;br /&gt;Tentang Dia  ............................................&lt;br /&gt;Jangan ada ada keraguan padaNYA&lt;br /&gt;Dialah Allah, Tuhan Yang Esa&lt;br /&gt;Dialah Allah, Tuhan Yang Mah Kuasa , Adil dan bijaksana&lt;br /&gt;Dialah Allah, Tuhan Yang Maha Kaya, Namun Pengasih&lt;br /&gt;Lagi  Penyayang pada makhluk makhlukNya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ...........................&lt;br /&gt;Dia pula Allah, Tuhan Yang Maha Keras, Kejam dan  Pedih akan  siksaan NYA&lt;br /&gt;Pada makhlukNYA yang kufur,  ingkar lagi angkuh dan sombong&lt;br /&gt;Mereka yang enggan mensyukuri nikmat-nikmat NYA&lt;br /&gt;Mereka yang membangkang pada aturanNYA&lt;br /&gt;Mereka yang tak mau tunduk  pada Hukum hukum NYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;La’in syakartum la’aziidannakum wala’in kafartum inna azaabi lasyadiid  ......................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta  18 Maret 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                                                                                               &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.       fauzi A.GH&lt;br /&gt;021-92170496&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr unselectable="on" hb_tag="1"&gt;&lt;td style="FONT-SIZE: 1pt" height="1" unselectable="on"&gt;&lt;div id="hotbar_promo"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8447870983267784468-8063447638759661683?l=faizagh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://faizagh.blogspot.com/feeds/8063447638759661683/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://faizagh.blogspot.com/2008/07/tuliskan-dan-katakan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8447870983267784468/posts/default/8063447638759661683'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8447870983267784468/posts/default/8063447638759661683'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://faizagh.blogspot.com/2008/07/tuliskan-dan-katakan.html' title='TULISKAN  DAN KATAKAN'/><author><name>Faiz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10239275980012617777</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Eueg6oBYUvk/SUrr4yy0a3I/AAAAAAAAABA/xByXREZwiNs/S220/Jaz,Muj,Fz.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
